KPK Selidiki Dugaan Korupsi Sertifikat K3 Mengalir ke Menteri
KPK tengah menyelidiki aliran dana yang diduga melibatkan staf khusus dan mantan staf khusus Menaker, dengan rentang waktu dari 2019 hingga 2025.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki dugaan aliran dana terkait pemerasan yang berkaitan dengan pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan.
Kasus ini melibatkan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan mantan Menaker Ida Fauziyah.
"Tentunya kami sedang mendalami," ungkap Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Jumat malam (22/8).
Lebih lanjut, Asep juga menjelaskan bahwa KPK sedang menyelidiki aliran dana yang diduga terjadi sejak tahun 2019 hingga 2025.
Penyelidikan ini melibatkan para staf khusus serta mantan stafsus Menaker.
"Ini kan baru satu hari ini nih kami baru melakukan konfirmasi kepada orang-orang yang kami amankan di malam Kamis (21/8) kemarin, kemudian kami tentu kembangkan," tambahnya, seperti yang dilansir oleh Antara.
Sebanyak 11 orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Immanuel Ebenezer
Pada tanggal 22 Agustus 2025, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 11 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan yang berkaitan dengan pengurusan sertifikat K3 di Kementerian Ketenagakerjaan.
Salah satu tersangka tersebut adalah Immanuel Ebenezer, yang menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.
Setelah penetapan tersebut, KPK segera menahan Immanuel Ebenezer bersama dengan 10 tersangka lainnya selama 20 hari, mulai dari 22 Agustus hingga 10 September 2025, di Rumah Tahanan Cabang KPK Gedung Merah Putih.
Pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dengan mencopot Immanuel Ebenezer dari posisinya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.
Sebanyak 11 orang telah ditetapkan sebagai tersangka
Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, terdapat sebelas tersangka yang teridentifikasi terkait dengan kasus ini. Identitas mereka adalah sebagai berikut:
1. Irvian Bobby Mahendro (IBM), yang menjabat sebagai Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker untuk periode 2022-2025.
2. Gerry Aditya Herwanto Putra (GAH), Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja Kemenaker dari tahun 2022 hingga sekarang.
3. Subhan (SB), yang merupakan Subkoordinator Keselamatan Kerja Direktorat Bina K3 Kemenaker untuk periode 2020-2025.
4. Anitasari Kusumawati (AK), yang menjabat sebagai Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja Kemenaker dari tahun 2020 hingga 2025.
5. Fahrurozi (FRZ), yang menjabat sebagai Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (Binwasnaker) dan K3 Kemenaker pada periode Maret hingga Agustus 2025.
6. Hery Sutanto (HS), Direktur Bina Kelembagaan Kemenaker untuk periode 2021 hingga Februari 2025.
7. Sekarsari Kartika Putri (SKP), yang menjabat sebagai Sub-Koordinator di Kemenaker.
8. Supriadi (SUP), Koordinator di Kemenaker.
9. Temurila (TEM), perwakilan dari PT KEM Indonesia.
10. Miki Mahfud (MM), juga perwakilan dari PT KEM Indonesia.
11. Immanuel Ebenezer Gerungan (IEG), yang menjabat sebagai Wamenaker.