Blak-blakan Immanuel Ebenezer Ungkap Sosok Bu Menteri di Partai K Ada 3 Huruf Terseret Kasus Pemerasan Kemnaker

Setelah menyebut huruf K dalam salah satu huruf di nama partai tersebut, kini muncul clue baru yakni tiga huruf.

Muhammad Radityo Priyasmoro
Blak-blakan Immanuel Ebenezer Ungkap Sosok Bu Menteri di Partai K Ada 3 Huruf Terseret Kasus Pemerasan Kemnaker
Blak-blakan Immanuel Ebenezer Ungkap Sosok Bu Menteri di Partai K Ada 3 Huruf Terseret Kasus Pemerasan Kemnaker (Merdeka.com)

Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel makin terbuka dengan sosok Partai K yang diduga ada dalam pusaran kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Setelah menyebut huruf K dalam salah satu huruf di nama partai tersebut, kini muncul clue baru yakni tiga huruf.

"Partai saya kerucutkan ya, kemarin kan (ada huruf) K. Sekarang, (terdiri dari) tiga huruf. Untuk sementara itu dulu," kata Noel di ruang sidang Pengadiilan Tipikor Jakarta, Senin (9/2).

Clue berikutnya, Noel menuturkan adalah panggilan bu menteri. Namun dia menepis hal itu muncul dari mulutnya, melainkan dari keterangan saksi dalam persidangan.

"Di persidangan ya, bukan saya yang nyebut. Sidang, dan saksi, dan Pak Jaksa (yang sebut). Bukan saya ya, tegas Noel"

Noel menilai, tiga clue tersebut sudah semakin nampak siapa sosok dimaksudnya. Maka dari itu, seharusnya publik sudah dapat menyimpulkan tanpa harus tahu latar warna partainya.

"Semakin mengerucut tiga hurufnya. Oke? Warnanya Saya enggak mau nyebut," Noel menandasi.

Sebagai informasi, dari sidang yang berlangsung, muncul bukti percakapan antara Sekretaris Pribadi dari Haiyani Rumondang selaku Eks Dirjen Binwasnaker & K3 di Kemnaker, Ivon Doyana dengan Hery Sutanto yang menjabat sebagai Direktur Bina Kelembagaan.

Setor Euro Rp500 Juta

Assalamualaikum Pak Dir, mohon izin Euro-nya sudah kami terima total Rp50 juta. Nanti kami serahkan Bu Dirjen ya, Pak dan kami sampaikan uang tersebut untuk Bu Menteri.

Namun saat chat itu dikonfirmasi kepada Haiyani yang dihadirkan sebagai saksi di persidangan, di muka sidang, dia mengaku tidak ingat perihal chat yang dikirimkan sekretaris pribadinya tersebut kepada Hery.

"Sampai saat ini saya tidak ingat. Apakah saya terima dan kemudian menyampaikan. Karena komunikasi itu menyebutkan bahwa sorenya Ivon kirim pesan lagi lagi bahwa sudah diberikan ke Ibu Dirjen," ujar Haiyani.

Rekomendasi