Satpol PP dan Dishub Jakbar Siagakan Petugas Cegah 'Pak Ogah' di Exit Tol Rawa Buaya
Pemerintah Kota Jakarta Barat menyiagakan petugas gabungan Satpol PP dan Dinas Perhubungan di exit Tol Rawa Buaya untuk menertibkan 'Pak Ogah' liar yang meresahkan pengendara, menyusul viralnya aksi mereka di media sosial.
Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) mengambil langkah tegas untuk mengatasi keberadaan pengatur lalu lintas liar atau yang dikenal dengan sebutan 'Pak Ogah'. Sejumlah petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) kini disiagakan di pintu keluar (exit) Tol Rawa Buaya, Jalan Abdul Wahab, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Penempatan petugas ini bertujuan untuk mengantisipasi dan menertibkan aktivitas 'Pak Ogah' yang kerap meminta uang kepada para pengendara.
Langkah penertiban ini dilakukan menyusul viralnya aksi 'Pak Ogah' di media sosial yang meminta uang kepada para pengendara mobil di off ramp exit Tol Rawa Buaya. Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Harry Purnama, mengonfirmasi bahwa koordinasi telah dilakukan dengan Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Barat untuk mengerahkan personel. Penempatan petugas gabungan ini diharapkan dapat menciptakan ketertiban dan keamanan lalu lintas di area tersebut.
Petugas akan mulai berjaga pada Senin (19/1), dari pukul 06.00 hingga 11.00 WIB, untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan mencegah kembalinya 'Pak Ogah' liar. Selain penempatan petugas statis, patroli rutin juga akan digencarkan di sekitar perempatan Cengkareng. Patroli ini melibatkan Sudin Perhubungan, aparat kepolisian, serta aparatur sipil negara Kelurahan Duri Kosambi, yang akan beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Upaya Penertiban dan Pengamanan di Exit Tol Rawa Buaya
Penempatan petugas Satpol PP dan Dishub di exit Tol Rawa Buaya merupakan respons cepat Pemkot Jakarta Barat terhadap keluhan masyarakat dan viralnya video 'Pak Ogah' di media sosial. Harry Purnama menjelaskan bahwa petugas akan fokus pada sterilisasi bahu jalan dan pencegahan juru parkir liar yang kerap beroperasi di area tersebut. Kehadiran petugas diharapkan dapat memberikan efek jera dan mengembalikan fungsi jalan sesuai peruntukannya.
Patroli gabungan yang melibatkan berbagai instansi juga memiliki tujuan yang lebih luas, yaitu mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban umum (Trantibum). Area sekitar perempatan Cengkareng yang padat seringkali menjadi lokasi rawan pelanggaran lalu lintas dan aktivitas ilegal. Dengan adanya patroli rutin, diharapkan kondisi lalu lintas menjadi lebih tertib dan aman bagi pengguna jalan.
Selain tindakan represif, langkah preventif juga telah diambil oleh pihak Kelurahan Duri Kosambi. Spanduk larangan juru parkir liar telah dipasang di putaran exit Tol Rawa Buaya. Pemasangan spanduk ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan peringatan kepada masyarakat agar tidak menggunakan jasa 'Pak Ogah' dan tidak melakukan aktivitas parkir liar yang melanggar aturan.
Tindakan Tegas Terhadap Juru Parkir Liar dan 'Pak Ogah'
Sebelum penempatan petugas secara permanen, operasi penertiban telah dilakukan pada Rabu (14/1) sore. Operasi gabungan ini melibatkan unsur Satpol PP, Dishub, Suku Dinas Sosial, aparat kepolisian, dan TNI. Target operasi adalah Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), termasuk di antaranya 'Pak Ogah' yang beroperasi di off ramp exit Tol Rawa Buaya.
Hasil dari operasi tersebut cukup signifikan, di mana petugas berhasil mengamankan 10 'Pak Ogah'. Dari jumlah tersebut, empat orang di antaranya adalah pelaku yang sempat viral di media sosial karena aksinya meminta uang kepada pengendara mobil. Penertiban ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
Para 'Pak Ogah' yang diamankan kemudian dibawa ke Panti Sosial Kedoya untuk mendapatkan pembinaan. Pembinaan ini diharapkan dapat memberikan mereka bekal keterampilan atau pemahaman agar tidak kembali melakukan aktivitas ilegal di jalanan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk tidak hanya menertibkan, tetapi juga memberikan solusi jangka panjang bagi individu yang terlibat dalam kegiatan 'Pak Ogah'.
Sumber: AntaraNews