Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, secara tegas mengimbau seluruh warga di wilayahnya untuk tidak bermain petasan selama perayaan malam takbiran dan libur Idul Fitri. Imbauan ini dikeluarkan menyusul insiden kebakaran sebuah pabrik plastik di Jalan Bojong Raya, Rawa Buaya, Cengkareng, yang terjadi pada Jumat dini hari. Insiden tersebut diduga kuat akibat ledakan petasan yang dilemparkan oleh sekelompok remaja.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Iin Mutmainnah usai memimpin apel siaga takbiran yang berlangsung di halaman kantor Wali Kota Jakarta Barat pada Jumat sore. Ia menekankan bahwa larangan bermain petasan ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa yang dapat membahayakan keselamatan dan harta benda masyarakat.
Menurutnya, bahaya petasan tidak hanya terbatas pada potensi kebakaran, tetapi juga dapat menimbulkan cedera serius bagi individu yang bermain atau berada di sekitarnya. Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama momen penting ini sangat diharapkan.
Advertisement
Advertisement
Wali Kota Iin Mutmainnah menegaskan bahwa bermain petasan memiliki risiko tinggi memicu kebakaran, serupa dengan bahaya korsleting listrik. Ia menyoroti insiden pabrik plastik sebagai bukti nyata dari potensi bahaya yang ditimbulkan oleh aktivitas yang tampak sepele ini. "Kita harapkan tidak ada warga yang bermain petasan sembarangan. Dan ini menjadi bukti bahwa hal ini juga berbahaya," kata Iin.
Faktor kebakaran dapat dipicu oleh berbagai hal, termasuk kelalaian yang tidak disengaja maupun tindakan negatif terkait penggunaan petasan atau bahan berbahaya lainnya. Iin Mutmainnah meminta masyarakat untuk selalu waspada dan menghindari segala bentuk kegiatan yang dapat menimbulkan risiko kebakaran. Ia juga menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif selama perayaan Idul Fitri.
"Kita harap warga jangan melakukan itu karena kita juga sama-sama menjaga suasana Idul Fitri, yang tentu kita harapkan bisa terjaga dengan baik dan tidak ada hal-hal mengenai masalah kebakaran," tambahnya. Imbauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa perayaan hari raya dapat berjalan dengan aman dan damai bagi seluruh lapisan masyarakat Jakarta Barat.
Advertisement
Advertisement
Sebelumnya, sebuah pabrik plastik yang berlokasi di Jalan Bojong Raya Nomor 26 RT 05/RW 04 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, dilalap si jago merah pada Jumat dini hari. Kebakaran ini diduga kuat berasal dari percikan petasan yang dilemparkan oleh sekelompok remaja. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah kota dan aparat keamanan setempat.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengonfirmasi dugaan tersebut berdasarkan keterangan dari pihak sekuriti di lokasi kejadian. "Sementara diduga karena percikan petasan. Sekitar pukul 03.23 WIB, menurut penuturan sekuriti, pada awal kejadian, terdapat remaja bermain petasan," ujar Syaiful.
Lebih lanjut, Syaiful menjelaskan bahwa kelompok remaja yang bermain petasan tersebut sempat ditegur oleh petugas sekuriti dari PT yang berlokasi persis di sebelah pabrik yang terbakar. Namun, teguran tersebut tidak diindahkan, bahkan membuat para remaja semakin intens memasang petasan di sekitar area tersebut. Akibatnya, salah satu petasan masuk ke dalam pabrik plastik dan menyebabkan kebakaran.
Advertisement
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden kebakaran pabrik plastik tersebut. Meskipun demikian, kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan cukup besar. Kejadian ini menjadi pengingat penting akan bahaya bermain petasan, terutama di area yang berdekatan dengan bahan mudah terbakar.
Sumber: AntaraNews