Polda Sumsel Tertibkan Premanisme di Tol Kramasan, Lima Pelaku Diamankan
Polda Sumsel tertibkan premanisme di Tol Kramasan, amankan lima terduga pelaku yang meresahkan pengguna jalan. Simak detail penindakan ini untuk keamanan publik.
Polda Sumatera Selatan (Polda Sumsel) berhasil menertibkan lima terduga pelaku premanisme di kawasan Tol Kramasan, Palembang, pada Jumat (20/2). Penindakan ini merupakan bagian dari Operasi Pekat Musi 2026 yang gencar dilakukan oleh kepolisian setempat.
Aksi penertiban ini bertujuan memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan yang melintas di jalur strategis tersebut. Ini juga menekan praktik pungutan liar yang meresahkan. Petugas menemukan para pelaku yang dikenal sebagai “pak ogah” sedang meminta uang kepada pengendara.
Kelima terduga pelaku telah dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka akan diproses sesuai mekanisme tindak pidana ringan yang berlaku. Langkah tegas ini diharapkan dapat memberikan efek jera serta menjaga ketertiban umum di wilayah hukum Polda Sumsel.
Detil Operasi dan Penemuan Pelaku
Operasi penertiban premanisme ini dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, dipimpin langsung oleh Kasatgas Preventif Kompol A. Hanafi. Sebanyak 23 personel dari total 24 personel yang terlibat dalam operasi ini dikerahkan ke lokasi Tol Kramasan.
Direktur Samapta Polda Sumsel Kombes Pol M. Rendra Salipu menjelaskan bahwa kehadiran petugas di lapangan merupakan upaya untuk memastikan ruang publik tetap aman dan tertib. Patroli ini merupakan langkah preventif dan represif agar praktik premanisme tidak berkembang.
Saat tiba di lokasi, petugas mendapati lima orang yang diduga kuat melakukan praktik meminta uang secara paksa kepada pengendara. Modus operandi ini dikenal luas sebagai “pak ogah”, yang kerap meresahkan pengguna jalan.
Identitas Terduga dan Barang Bukti
Kelima terduga pelaku premanisme yang berhasil diamankan masing-masing berinisial W (35), Z (36), F (35), I (27), dan R (31). Mereka ditangkap saat sedang beraksi di kawasan Tol Kramasan, Palembang.
Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa uang tunai. Nominal uang yang diamankan bervariasi, menunjukkan adanya aktivitas pungutan liar yang telah berlangsung.
Setelah penangkapan, kelima terduga pelaku langsung dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Proses hukum akan dilanjutkan melalui mekanisme tindak pidana ringan sesuai ketentuan yang berlaku.
Komitmen Polda Sumsel dalam Menjaga Ketertiban
Penindakan terhadap aksi premanisme di Tol Kramasan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Sumsel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Hal ini juga untuk memastikan pengguna jalan merasa aman dan nyaman saat melintas.
Kombes Pol M. Rendra Salipu menegaskan, “Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan ruang publik tetap aman dan tertib. Patroli dan penindakan ini merupakan langkah preventif dan represif agar praktik premanisme tidak berkembang serta tidak meresahkan masyarakat, khususnya pengguna jalan”.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menambahkan bahwa Operasi Pekat Musi adalah komitmen berkelanjutan. Operasi ini bertujuan menekan penyakit masyarakat secara menyeluruh. Polda Sumsel juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan praktik serupa agar dapat segera ditindaklanjuti.
Sumber: AntaraNews