Tepergok Memalak di Tol Kramasan, 5 Preman Langsung Dibekuk Polisi
Kelima preman diamankan dalam gelaran operasi pekat Musi 2026 oleh Direktorat Samapta Polda Sumsel, Jumat (20/2).
Lima preman yang diduga melakukan pemalakan terhadap pengguna jalan di Tol Kramasan berhasil ditangkap polisi. Aksi premanisme yang marak di jalur tol tersebut dinilai semakin meresahkan pengendara dan mengganggu kelancaran lalu lintas.
Kelima preman diamankan dalam gelaran operasi pekat Musi 2026 oleh Direktorat Samapta Polda Sumsel, Jumat (20/2). Petugas mendapati para preman itu melakukan praktik meminta sejumlah uang kepada pengendara atau dikenal sebagai pak ogah.
Kelima pelaku berinisial W (35), Z (36), F (35), I (27), dan R (31). Mereka dibawa petugas bersama barang bukti untuk menjalani pemeriksaan, dan kasusnya akan diproses sesuai mekanisme tindak pidana ringan (tipiring).
Menjaga Keamanan
Direktur Samapta Polda Sumsel Kombes Pol M Rendra Salipu mengungkapkan, penindakan merupakan langkah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memastikan pengguna jalan merasa aman dan nyaman saat melintas di jalur strategis.
Patroli sebagai langkah preventif dan represif agar praktik premanisme tidak berkembang serta tidak meresahkan masyarakat.
"Dari hasil patroli di Tol Kramasan, lima preman kami amankan, mereka mintai uang kepada pengguna jalan," ungkap Direktur Samapta Polda Sumsel Kombes Pol M Rendra Salipu.
Patroli
Rendra menyebut patroli terus dilanjutkan di titik-titik yang masuk dalam tingkat kerawanan tinggi. Dengan begitu kejahatan jalanan bisa diminimalisir dan memberi rasa aman bagi masyarakat.
"Kami juga butuh kerjasama yang baik dari masyarakat, segera lapor jika mengetahui adanya kejahatan atau kondisi yang disinyalir tidak kondusif," kata Rendra.