Palembang Darurat Pemalakan, Aksi Heroik Sopir Truk Melawan Kawanan Pemalak Berujung Tewas Dikeroyok
Sebenarnya korban sudah memberi uang sebesar Rp2 ribu namun ditolak pelaku. Mereka terus memaksa meminta uang lebih dari yang diberikan.
Seorang sopir truk asal Lampung, AL (45), tewas akibat dikeroyok kawanan pemalak di Palembang. Korban tewas di tempat dengan luka tusukan di punggung.
Peristiwa itu bermula saat pelaku yang berjumlah empat orang mendatangi korban yang terjebak macet di lampu merah Simpang Macan Lindungan Palembang, Senin (24/11) malam. Korban mengendarai truk jenis Mitsubishi Colt Diesel dengan nomor polisi BE 8139 CW.
Para pelaku bermaksud meminta uang. Sebenarnya korban sudah memberi uang sebesar Rp2 ribu namun ditolak pelaku. Mereka terus memaksa meminta uang lebih dari yang diberikan.
Duel dengan Para Pelaku Berujung Kehilangan Nyawa
Saat kendaraannya mulai bergerak, para pelaku mencegat korban dan kembali meminta uang dengan dalih membeli minuman. Korban pun dikeroyok dan korban melawan dengan mengambil besi.
Begitu turun dari mobil, korban memukul pelaku yang memegang pisau. Sedangkan tiga pelaku lagi membawa batu dan bambu.
Kalah jumlah, korban ditusuk salah satu pelaku. Korban berusaha menyelamatkan diri namun terjatuh hingga tewas di tempat. Kernet truk tak bisa berbuat apa-apa karena takut turut menjadi sasaran.
Polisi Dalami Ciri-Ciri Para Pelaku
Polisi datang ke lokasi setelah menerima laporan warga. Korban dibawa ke RS Muhammad Hasan Bhayangkara Palembang untuk pemeriksaan.
"Korban tewas terkena tusukan salah satu pelaku. Korban adalah sopir truk asal Lampung," ungkap Kapolsek Ilir Barat I Palembang Kompol Ricky Mozam, Selasa (25/11).
Polisi tengah memburu para pelaku dengan mendalami ciri-ciri mereka yang disebut saksi. Penyidik belum menyimpulkan kejadian ini akibat pemalakan atau motif lain.
"Kasusnya masih lidik, kami dalami dulu," kata Ricky.