Viral Aksi Pemalak Marak di Tanah Abang, Polisi Angkat Suara
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menyatakan, pihaknya tengah menyelidiki untuk menangkap pelaku pemerasan.
Aksi pemalakan atau premanisme kembali marak di sekitar kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebuah video viral berisi supir bajaj dipalak Rp100.000 oleh seorang preman. Apabila tidak diberikan, preman itu disebut akan memukul atau meneriaki sopir sebagai maling.
"Sopir bajaj juga mengaku, jika tidak memberikan uang setoran, mereka kerap mendapat ancaman. Mulai dari diteriaki maling hingga pemukulan. Meski merasa dirugikan, para sopir bajaj mengaku tidak bisa melawan. Pasalnya, lokasi tersebut merupakan tempat mereka mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari,” demikian keterangan video dari akun @jakarta.terkini.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menyatakan, pihaknya tengah menyelidiki untuk menangkap pelaku pemerasan.
"Saat ini anggota masih melakukan lidik untuk menemukan pelaku yg diduga melakukan pemalakan," kata Dhimas saat dikonfirmasi, Minggu (12/4).
Koordinasi dengan Satpol PP
Dhimas mengaku telah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan patroli bersama untuk mencegah pemalakan kembali terulang.
"Kami melakukan koordinasi dengan pihak terkait misal kecamatan dan satpol PP serta dinas perhubungan, untuk laksanakan patroli bersama sama di wilayah rawan pungli agar semua pihak terkait tidak hanya kepolisian mampu mencegah," kata Dhimas.