Kabar Terbaru Pemalak yang Bunuh Sopir Truk Asal Lampung: 2 Ditangkap, 1 Masih Buron

Keduanya merupakan komplotan pemalak dengan modus menjadi mengamen di lokasi pembunuhan.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Kabar Terbaru Pemalak yang Bunuh Sopir Truk Asal Lampung: 2 Ditangkap, 1 Masih Buron
Reka ulang pemalak bunuh sopir truk di Palembang (Merdeka.com)

Polisi kembali meringkus dua pemalak yang menewaskan sopir truk asal Lampung, AL (40). Satu pelaku lagi masih buron.

DD (40) diamankan di tempat persembunyiannya di Musi Rawas, Sumatera Selatan, dan YF (19), yang kabur ke Ogan Komering Ilir. Keduanya merupakan komplotan pemalak dengan modus menjadi mengamen di lokasi pembunuhan.

"Benar, dua pelaku lagi ditangkap, artinya sudan empat yang diamankan, sekarang masih ada satu lagi yang buron," ungkap Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Selasa (16/12).

Polisi berjanji akan menangkap semua pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara dua pelaku yang lebih dulu diamankan, RC (30) dan MA (17), segera dilimpahkan ke kejaksaan.

"Pelaku yang buron terus dikejar petugas," kata Nandang.

Diketahui, dalam reka ulang yang digelar terungkap kronologi pemalakan yang berakhir pembunuhan terhadap korban bermula saat kelima pelaku awalnya berkumpul di Simpang Macan Lindungan Palembang, Senin (24/11). Kemudian mereka menuju lampu merah dengan tujuan mencari sasaran untuk dimintai uang.

Pada malam hari, korban yang mengemudikan mobil truk jenis Mitsubishi Colt Diesel nomor polisi BE 8139 CW berhenti di lokasi. Lantas kelima pelaku mendekati mobil korban dengan berpencar.

Tiga pelaku, YF, DD, dan RF ke arah sopir, dan MA menghadang di depan mobil.

Kemudian YF meminta uang kepada korban untuk membeli minum dan korban memberinya Rp 2.000. Namun para pelaku meminta tambah sehingga terjadi cekcok antara mereka.

Tersangka MA pun ikut mendekat tetapi ke arah kernet. Dia berusaha mengambil barang di dalam mobil tapi ditegur korban.

Lantas YF mengambil kartu tol milik korban yang membuatnya marah. Korban turun dari mobil dengan membawa besi stainless lalu mengejar YF.

Melihat temannya dikejar, tersangka RC mengambil bambu yang ada di pinggir jalan dan turut mengejar korban. Pria yang memiliki banyak tato di tubuhnya itu memukul korban dengan bambu.

Seorang saksi berusaha melerai dan meminta pelaku mengembalikan kartu tol itu. Namun pelaku bersedia dengan syarat diberikan uang.

Lantaran melihat pelaku DD memegang pisau dan berusaha menusuknya, korban memukul DD hingga terjatuh. Tersangka MA melawan dengan cara memukul korban dengan antena yang dia dapat di pinggir jalan.

Pelaku DD dan korban terlibat perkelahian sengit. Korban tersungkur di bawah truk akibat ditusuk DD.

Para pelaku melarikan diri ke arah Jembatan Musi II Palembang. Kemudian mereka menumpangi mobil tak dikenal untuk kabur.

Diberitakan sebelumnya, seorang sopir truk asal Lampung, AL (44), tewas akibat dikeroyok kawanan pemalak di Palembang. Korban tewas di tempat dengan luka tusukan di punggung.

Peristiwa itu bermula saat para pelaku mendatangi korban yang terjebak macet di lampu merah Simpang Macan Lindungan Palembang, Senin (24/11) malam. Para pelaku bermaksud meminta uang.

Sebenarnya korban sudah memberi uang sebesar Rp2 ribu namun ditolak pelaku. Mereka terus memaksa meminta uang lebih dari yang diberikan.

Saat kendaraannya mulai bergerak, para pelaku mencegat korban dan kembali meminta uang dengan dalih membeli minuman. Korban pun dikeroyok dan korban melawan dengan mengambil besi.

Begitu turun dari mobil, korban memukul pelaku yang memegang pisau. Sedangkan tiga pelaku lagi membawa batu dan bambu.

Kalah jumlah, korban ditusuk salah satu pelaku. Dia berusaha menyelamatkan diri namun terjatuh hingga tewas di tempat. Kernet truk tak bisa berbuat apa-apa karena takut turut menjadi sasaran.

Polisi datang ke lokasi setelah menerima laporan warga. Korban dibawa ke RS Muhammad Hasan Bhayangkara Palembang untuk pemeriksaan.

Rekomendasi