Viral Penutupan Exit Tol Rawa Buaya Jakarta Barat, Dishub DKI Tegaskan Prosedur Resmi Manajemen Lalu Lintas

Penutupan Exit Tol Rawa Buaya di Jakarta Barat sempat viral di media sosial. Dinas Perhubungan DKI Jakarta menegaskan ini adalah prosedur resmi untuk mengatasi kemacetan parah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Viral Penutupan Exit Tol Rawa Buaya Jakarta Barat, Dishub DKI Tegaskan Prosedur Resmi Manajemen Lalu Lintas
Penutupan Exit Tol Rawa Buaya di Jakarta Barat sempat viral di media sosial. Dinas Perhubungan DKI Jakarta menegaskan ini adalah prosedur resmi untuk mengatasi kemacetan parah. (AntaraNews)

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memberikan klarifikasi terkait video viral penutupan Exit Tol Rawa Buaya, Jakarta Barat. Penutupan ini ditegaskan sebagai prosedur resmi manajemen lalu lintas, bukan tindakan premanisme seperti yang beredar luas di media sosial. Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mengatasi kemacetan parah yang sering terjadi di wilayah tersebut.

Syafrin Liputo mengonfirmasi bahwa penutupan pintu keluar tol tersebut dilakukan pada jam sibuk pagi hari. Hal ini disebabkan oleh Exit Tol Rawa Buaya yang kerap menyebabkan kemacetan luar biasa di Jalan Outer Ring Road. Penutupan rutin ini bertujuan untuk mengurai kepadatan lalu lintas serta meningkatkan kelancaran arus kendaraan di area tersebut.

Informasi ini disampaikan Syafrin menyusul dugaan adanya "Pak Ogah" atau pengatur lalu lintas liar yang menutup akses Exit Tol Rawa Buaya menggunakan rantai. Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan persepsi publik mengenai insiden yang terekam dalam video viral tersebut.

Syafrin Liputo menjelaskan bahwa penutupan jalan itu biasanya berlaku setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 11.00 WIB. Pihaknya kini sedang mengevaluasi durasi penutupan tersebut agar dapat diterapkan secara lebih efektif dan optimal. Evaluasi ini penting untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan meminimalkan dampak negatif bagi pengguna jalan.

Dishub DKI Jakarta juga berencana untuk melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Barat. Koordinasi ini bertujuan untuk mengubah jam penutupan menjadi pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB. Perubahan jadwal ini diharapkan dapat lebih sesuai dengan puncak kepadatan lalu lintas.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, turut meninjau langsung lokasi kejadian untuk meluruskan informasi yang beredar. Ia menegaskan bahwa peralatan seperti rantai dan "water barrier" yang digunakan untuk menutup jalan adalah aset resmi milik Sudinhub Jakarta Barat. "Betul, memang itu kemarin itu ditutup oleh Sudishub," ujar Iin.

Untuk mencegah kesalahpahaman serupa di masa mendatang, Iin Mutmainnah memastikan penjagaan akan diperketat. Langkah ini juga sebagai antisipasi terhadap kembalinya "Pak Ogah" yang mungkin memanfaatkan situasi buka-tutup jalan. Penjagaan ketat diharapkan dapat menjaga ketertiban.

"Nanti akan ditutup dengan rantai dan dengan kendaraan Dishub sehingga meminimalisir 'Pak Ogah' kembali di lokasi ini," kata Iin. Penjagaan oleh personel Sudinhub dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat telah dilakukan sejak Kamis sore.

Pada Kamis pukul 16.30 WIB, Exit Tol Rawa Buaya telah dijaga ketat oleh personel Sudinhub dan Satpol PP Jakarta Barat. Rantai yang sebelumnya memblokade akses jalan sudah dibuka, memungkinkan kendaraan dari arah Kembangan melintas langsung menuju Jalan Outer Ring Road arah Cengkareng. Situasi ini menunjukkan upaya penertiban telah dilakukan.

Kendati demikian, arus lalu lintas di Jalan Outer Ring Road (JORR) terpantau masih mengalami kemacetan panjang. Kemacetan ini mengular sekitar 1 kilometer, mulai dari lampu merah perempatan Cengkareng hingga area jalan layang (flyover) Duri Kosambi-Rawa Buaya. Kondisi ini menunjukkan tantangan dalam manajemen lalu lintas di area tersebut.

Pengawasan dan penyesuaian jadwal penutupan akan terus dievaluasi oleh pihak terkait. Tujuannya adalah untuk mencari solusi terbaik dalam mengurai kemacetan tanpa menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Koordinasi antar instansi seperti Dishub dan Sudinhub menjadi kunci keberhasilan upaya manajemen lalu lintas ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi