Pramono Anung: Untuk Warga Baduy Tidak Benar Ada Penolakan dari Rumah Sakit!
Pramono mengonfirmasi bahwa informasi tersebut tidak akurat setelah melakukan verifikasi langsung dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan klarifikasi terkait adanya kabar mengenai penolakan pelayanan medis terhadap seorang warga Baduy yang menjadi korban begal saat berjualan madu dan aksesori di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Minggu, 26 Oktober 2025. Pramono menegaskan bahwa informasi tersebut tidak akurat setelah melakukan pengecekan langsung ke Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta.
"Jadi untuk warga Baduy tidak benar ada penolakan dari rumah sakit. Saya secara khusus sudah memanggil Kepala Dinas," ungkap Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Menurut Pramono, laporan awal yang beredar di masyarakat tidak sesuai dengan hasil temuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Ia menjelaskan bahwa terdapat masalah komunikasi antara warga Baduy yang menjadi korban begal dengan pihak rumah sakit.
"Mohon maaf, memang komunikasi yang terjadi karena warga Baduy ini, eh, mungkin bahasanya tidak ini sehingga ada hambatan itu. Tetapi, yang jelas tidak ada sama sekali larangan untuk rumah sakit," tambahnya.
Pramono juga menyebutkan bahwa pengecekan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati.
"Jadi sama sekali itu enggak benar, ya," tegasnya.
Sebelumnya, seorang warga Baduy Dalam dari Desa Kanekes, Lebak, Banten, menjadi korban begal di kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Minggu (26/10/2025). Korban yang bernama Repan, datang ke Jakarta untuk menjual madu dan aksesoris khas adatnya, namun malang baginya, empat orang tak dikenal menyerang dan merampas barang-barang berharga miliknya.
Korban Telah Melapor ke Polisi
Terkait dengan insiden tersebut, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki, mengonfirmasi bahwa korban telah melaporkan kejadian itu di Polsek Cempaka Putih. Laporan tersebut diterima pada hari Minggu, 2 November 2025.
"Korban sudah membuat LP," ungkap Ruslan dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Selasa, 4 November 2025.
Lebih lanjut, Ruslan menjelaskan bahwa Unit Reskrim Polsek Cempaka Putih telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan mengumpulkan informasi dari para saksi yang berada di sekitar tempat tersebut.
"Saat ini masih proses penyelidikan. Perkembangan selanjutnya akan disampaikan," tambahnya.