Diminta Gubernur Berbenah, Ancol Siap Jadi Destinasi Berbasis Experience
Pramono Anung, yang meminta kawasan wisata tersebut terus berbenah agar tetap relevan sebagai destinasi unggulan dalam jangka panjang.
Ancol Taman Impian bersiap melakukan transformasi besar untuk menjawab perubahan perilaku wisatawan. Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang meminta kawasan wisata tersebut terus berbenah agar tetap relevan sebagai destinasi unggulan dalam jangka panjang.
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis, mengatakan perubahan strategi menjadi keharusan di tengah pergeseran tren wisata masyarakat.
"Ini bukan suatu pekerjaan yang mudah bagi kami, untuk membuat Ancol ini tetap relevan di kemudian hari. Kenapa? Karena secara fundamental behavior pengunjung sudah berubah," ujarnya, Minggu (19/4).
Kebersamaan Bersama Keluarga
Menurutnya, pengunjung kini tidak lagi sekadar mencari rekreasi, tetapi menginginkan pengalaman yang lebih bermakna, termasuk koneksi emosional dan nilai kebersamaan bersama keluarga.
Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan menyiapkan transformasi menuju konsep integrated experience-driven ecosystem, yang menghadirkan pengalaman menyeluruh bagi pengunjung dari awal hingga akhir kunjungan.
"Ke depan, kami tidak hanya berfokus pada jumlah pengunjung, tetapi juga pada nilai dan pengalaman yang dirasakan setiap wisatawan," kata Syahmudrian.
Dalam implementasinya, Ancol menyiapkan empat strategi utama. Pertama, menggeser fokus dari kuantitas kunjungan menjadi penciptaan nilai (value creation).
Kedua, mengoptimalkan potensi kawasan seluas 533 hektare. Ketiga, memperkuat pengambilan keputusan berbasis data, mulai dari analisis tren hingga proyeksi pengunjung. Keempat, membuka peluang kolaborasi strategis dengan mitra lokal dan global.
Selain itu, penguatan internal juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, budaya kerja berbasis pelayanan, serta disiplin dalam eksekusi program.
"Dengan strategi ini, kami ingin memastikan Ancol tidak hanya relevan hari ini, tetapi juga menjadi destinasi unggulan dalam 50 hingga 100 tahun ke depan," tegasnya.
Pengembangan Fisik
Dari sisi pengembangan fisik, Ancol tengah menyiapkan perluasan lahan seluas 65 hektare di kawasan utara. Sebagian area akan terintegrasi dengan depo MRT untuk mempermudah akses pengunjung.
"Harapan kami masyarakat Jakarta bisa langsung ke Ancol menggunakan MRT," ujarnya.
Sejumlah fasilitas baru juga tengah disiapkan, mulai dari masjid terapung untuk wisata religi, pembangunan sirkuit, hingga fasilitas gaya hidup seperti olahraga padel dan area kebugaran di tepi pantai.
Tak hanya itu, Ancol juga akan mengembangkan hiburan malam melalui konsep beach club dan event tematik, seperti pesta musik era 1980-an. Bahkan, manajemen tengah mengkaji kemungkinan operasional 24 jam guna menjangkau segmen generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha.
"Ke depan, kami ingin Ancol menjadi pusat hiburan siang dan malam," katanya.
Alami Penurunan
Dari sisi kinerja, perusahaan mencatat pendapatan sekitar Rp1,2 triliun pada 2025 dengan laba sekitar Rp100 miliar. Meski mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, manajemen optimistis transformasi yang dilakukan dapat mendorong pendapatan meningkat hingga Rp1,4 triliun pada periode berikutnya.
"Ini bukan pekerjaan mudah, tapi kami ingin memastikan Ancol tetap relevan hingga 50 tahun ke depan," katanya.