Syahmudrian Lubis Resmi Jadi Dirut Ancol, Siap Pimpin Transformasi Destinasi Wisata
Syahmudrian Lubis resmi menjabat Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Tbk, membawa visi baru untuk transformasi Ancol dari destinasi kunjungan menjadi pengalaman terintegrasi.
Syahmudrian Lubis telah resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Tbk. Penunjukan ini dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang diselenggarakan di Jakarta pada Selasa (14/4/2026). Agenda RUPS Tahunan tersebut mencakup pelaporan kinerja tahun buku 2025, pembagian dividen, serta pengangkatan dan pergantian anggota Dewan Direksi Perseroan.
Sebagai nahkoda baru, Syahmudrian Lubis membawa visi strategis untuk memajukan perusahaan pengelola kawasan rekreasi terpadu ini. Ia akan memimpin Ancol untuk melangkah ke fase transformasi berikutnya, tidak hanya untuk bertahan di tengah tantangan ekonomi global. Pengangkatan ini diharapkan dapat memperkuat strategi pengembangan kawasan wisata terintegrasi Ancol serta meningkatkan daya saing di tengah dinamika industri pariwisata dan rekreasi.
Sebelumnya, Syahmudrian Lubis menjabat sebagai Direktur Komersial PJAA sejak RUPSLB 19 September 2025, serta memiliki pengalaman sebagai CEO di anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, yakni PT Aero Systems Indonesia. Ia menggantikan Winarto yang telah menjabat direktur utama sejak 18 Agustus 2022 dan mengundurkan diri sehari sebelum pelaksanaan RUPS.
Visi dan Strategi Baru Ancol di Bawah Kepemimpinan Syahmudrian Lubis
Syahmudrian Lubis menguraikan empat poin utama yang akan menjadi fokusnya untuk memajukan PT Pembangunan Jaya Ancol. Pertama, ia menekankan pentingnya meningkatkan value per customer, bukan hanya sekadar jumlah pengunjung. Ini berarti fokus pada kualitas pengalaman yang didapatkan setiap individu yang datang ke Ancol.
Kedua, strategi yang akan diterapkan adalah mengoptimalkan aset dan ekosistem perusahaan, bukan hanya operasional semata. Pendekatan ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi seluruh sumber daya yang dimiliki Ancol secara lebih luas.
Ketiga, Syahmudrian menegaskan pentingnya mengoptimalkan data sebagai penggerak keputusan, bukan hanya asumsi. Penggunaan data yang akurat akan memandu setiap langkah strategis perusahaan.
“Keempat adalah membangun kolaborasi strategis yang memperkuat daya saing jangka panjang,” ujar Syahmudrian Lubis, yang didampingi oleh Komisaris Utama Irfan Setiaputra. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang berkelanjutan dan memperkokoh posisi Ancol di industri pariwisata.
Transformasi Ancol Menjadi Destinasi Pengalaman Terintegrasi
Syahmudrian Lubis menyatakan bahwa industri destinasi wisata dan leisure telah berubah secara fundamental. Pengunjung tidak lagi hanya menikmati tempat destinasi, tetapi lebih dari itu mencari pengalaman baru, koneksi, dan nilai dari apa yang mereka keluarkan.
Menyikapi perubahan ini, ia menegaskan bahwa Ancol di masa depan harus bergeser dari sekadar destinasi kunjungan menjadi destinasi yang memberikan pengalaman. Visi ini mencakup pembangunan ekosistem yang terintegrasi untuk memenuhi ekspektasi pengunjung modern.
Meskipun situasi eksternal masih menghadapi tantangan ekonomi global, pihak Ancol tetap fokus pada inovasi dan efisiensi operasional. Hal ini terlihat dari digitalisasi layanan tiket, peningkatan fasilitas pengunjung, serta pengembangan konten atau kegiatan tematik baru. Upaya-upaya ini berhasil mempertahankan pendapatan Ancol seperti tahun sebelumnya, menunjukkan ketahanan perusahaan.
Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Dengan adanya RUPS Tahunan ini, terjadi perubahan dalam jajaran direksi dan komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Berikut adalah susunan terbaru yang akan memimpin perusahaan:
- Dewan Direksi:
- Direktur Utama: Syahmudrian Lubis
- Direktur: Cahyo Satriyo Prakoso
- Direktur: Daniel Nainggolan
- Direktur: Eddy Prastiyo
- Direktur: Rahmaniar
- Komisaris Utama: Irfan Setiaputra
- Komisaris: Suharini Eliawati
- Komisaris: Lies Hartono (Cak Lontong)
- Komisaris: Sutiyoso
- Komisaris Independen: Trisni Puspitaningtyas
Sumber: AntaraNews