Detik-Detik Pemotor Dibegal di Gunung Sahari, Para Pelaku Todong Korban dengan Celurit
Korban dicegat saat melintas pada malam hari dan dipaksa menyerahkan sepeda motor serta barang berharganya.
Aksi pembegalan terhadap pemotor berboncengan terjadi di Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta Pusat. Korban dicegat saat melintas pada malam hari dan dipaksa menyerahkan sepeda motor serta barang berharganya setelah diancam menggunakan celurit oleh empat orang tak dikenal (OTK).
Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV dan videonya kemudian viral di media sosial. Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, empat pelaku datang secara beriringan sebelum langsung memepet sepeda motor yang dikendarai korban.
Salah satu pelaku terlihat berusaha mencabut kunci kontak motor korban, namun upaya tersebut gagal.
Tak kehabisan akal, salah seorang pelaku kemudian turun dari kendaraan sambil menenteng celurit. Senjata tajam itu diarahkan ke korban untuk menakut-nakuti dan memaksa mereka turun dari sepeda motor.
Korban Sempat Melawan
Korban sempat memberikan perlawanan saat para pelaku mencoba merampas kendaraannya. Namun, situasi berubah mencekam ketika celurit diacungkan ke arah mereka.
Karena khawatir keselamatannya terancam, korban akhirnya memilih menyerahkan sepeda motor tersebut dan berdiri bersama rekannya di dekat trotoar.
Tidak lama berselang, dua pelaku lainnya ikut mendekat sambil mengancam pembonceng menggunakan senjata tajam. Selain membawa kabur sepeda motor, para pelaku juga memaksa korban menyerahkan barang berharganya.
Dalam situasi tertekan, pembonceng akhirnya menyerahkan telepon genggam miliknya kepada pelaku. Usai melancarkan aksinya, keempat pelaku langsung melarikan diri dan meninggalkan kedua korban di lokasi kejadian.
Polisi Masih Lakukan Penyelidikan
Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pendalaman atas peristiwa tersebut.
"Belum (ada yang diamankan) masih pendalaman informasi-informasi," singkat Roby kepada wartawan, Rabu (15/4/2026).