Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) sekaligus Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Sanusi, menegaskan bahwa peraih juara pertama Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi tidak otomatis menjadi perwakilan di ajang nasional. Pernyataan ini disampaikan Sanusi di Malinau pada Jumat (4/7), menyusul penutupan MTQ ke-X Tingkat Provinsi Kaltara.
Seluruh calon kafilah dari berbagai kabupaten/kota di Kaltara masih harus melewati proses seleksi ketat yang akan diselenggarakan oleh LPTQ Provinsi Kaltara. Hal ini bertujuan untuk memastikan delegasi yang dikirim benar-benar siap dan mampu bersaing di kancah nasional, mengharumkan nama Kaltara.
Sebelumnya, Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, melalui perwakilannya Sanusi, telah menutup gelaran MTQ ke-X pada Kamis malam (2/7) di Panggung Budaya Padan Liu Burung, Kabupaten Malinau. Acara penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian kompetisi yang diikuti oleh qari dan qariah terbaik dari seluruh Kaltara.
Advertisement
Advertisement
Proses Seleksi Ketat Menuju MTQ Nasional
Sanusi menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak meloloskan juara pertama secara otomatis ke tingkat nasional adalah bagian dari upaya LPTQ Kaltara untuk mendapatkan perwakilan terbaik. Proses seleksi lanjutan ini akan menjadi filter terakhir bagi para qari dan qariah yang telah menunjukkan prestasinya di tingkat provinsi.
"Seluruh calon kafilah masih akan mengikuti proses seleksi yang dilakukan oleh LPTQ Provinsi Kaltara," ujar Sanusi di Malinau, Jumat (4/7). Seleksi ini diharapkan dapat mengidentifikasi talenta-talenta yang tidak hanya unggul dalam tilawah, tetapi juga memiliki mental dan kesiapan untuk berkompetisi di panggung nasional.
LPTQ kabupaten/kota diminta untuk terus memberikan pembinaan berkelanjutan kepada para peserta, khususnya bagi mereka yang telah meraih juara. Pembinaan ini krusial agar para calon delegasi siap bersaing dan mampu membawa nama baik Kaltara di MTQ Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah.
Advertisement
Bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, Sanusi berpesan agar tidak berkecil hati dan menjadikan pengalaman ini sebagai motivasi. "Saya berharap pengalaman mengikuti MTQ ini menjadi motivasi untuk terus belajar, memperdalam ilmu Al-Quran, dan meningkatkan kemampuan di masa mendatang," tambahnya.
Advertisement
MTQ Sebagai Sarana Membumikan Nilai Al-Quran
Pemerintah Provinsi Kaltara menyampaikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan MTQ ke-X. Keberhasilan penyelenggaraan acara ini mencerminkan sinergi dan dedikasi berbagai elemen masyarakat serta pemerintah.
"Keberhasilan penyelenggaraan MTQ merupakan hasil sinergi, dedikasi, dan semangat kebersamaan antara LPTQ Provinsi Kaltara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, LPTQ Kabupaten Malinau, serta seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah yang terlibat," ucap Sanusi. Apresiasi ini juga ditujukan kepada Kabupaten Bulungan yang berhasil meraih juara umum MTQ ke-X Tingkat Provinsi Kaltara Tahun 2026.
Sanusi menekankan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca, menghafal, memahami, atau menulis Al-Quran. Lebih dari itu, MTQ adalah sarana efektif untuk membumikan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari dan membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia, berkarakter, serta berintegritas.
Advertisement
"Tujuan utama MTQ bukan hanya melahirkan para juara, tetapi juga mencetak generasi qurani yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat," katanya. Hal ini menegaskan visi jangka panjang dari penyelenggaraan MTQ untuk menciptakan dampak positif yang lebih luas.
Advertisement
Apresiasi dan Komitmen Tuan Rumah Malinau
Wakil Bupati Malinau, Jakaria, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran dan kesuksesan seluruh rangkaian pelaksanaan MTQ ke-X di Bumi Intimung. Kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah merupakan kehormatan sekaligus amanah besar.
"Kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang harus kami dijalankan dengan penuh tanggung jawab," ujar Jakaria. Dukungan Pemkab Malinau terhadap MTQ bukan hanya syiar Islam, tetapi juga bagian dari program prioritas daerah.
Program prioritas tersebut adalah membangun sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan berkarakter. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan pembangunan manusia.
Advertisement
Pemkab Malinau juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama penyelenggaraan MTQ ke-X. "Apabila di kemudian hari kami kembali mendapat kesempatan yang sama, insya Allah kami akan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi," pungkasnya, menunjukkan semangat perbaikan dan pelayanan prima di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews