Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung: Saling Menghargai Fondasi Utama Jaga Persatuan di Tengah Keberagaman

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya sikap saling menghargai sebagai fondasi utama persatuan. Keberagaman Jakarta harus dijaga demi kebersamaan yang kokoh dan berkelanjutan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung: Saling Menghargai Fondasi Utama Jaga Persatuan di Tengah Keberagaman
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya sikap saling menghargai sebagai fondasi utama persatuan. Keberagaman Jakarta harus dijaga demi kebersamaan yang kokoh dan berkelanjutan. (AntaraNews)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa sikap saling menghargai adalah fondasi utama dalam menjaga persatuan. Pernyataan ini disampaikan di tengah keberagaman latar belakang masyarakat Ibu Kota. Pentingnya nilai ini ditekankan untuk menciptakan harmoni berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Pramono Anung saat menghadiri acara silaturahmi keluarga besar RT 011/RW 016 Pondok Indah. Kegiatan ini berlangsung di The Ballroom Pondok Indah Golf Course, Jakarta Selatan, pada Minggu, 19 April. Acara ini menjadi wadah penting untuk mempererat tali persaudaraan.

Acara ini bertujuan memperkuat persaudaraan dan toleransi di tengah masyarakat Jakarta yang majemuk. Kehadiran berbagai tokoh nasional dan lokal menunjukkan dukungan luas terhadap nilai-nilai kebersamaan dan kerukunan. Ini adalah upaya nyata dalam merawat Bhinneka Tunggal Ika.

Pentingnya Saling Menghargai dalam Kepemimpinan

Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, menegaskan komitmennya untuk menjadi pemimpin bagi semua kelompok tanpa terkecuali. Ia menyatakan, "Ketika diberi amanah menjadi Gubernur Jakarta, maka saya harus menjadi gubernur untuk semua, yaitu untuk semua kelompok, semua agama, dan semua golongan." Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga keberagaman sebagai aset utama Ibu Kota.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen penuh untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang memperkuat persaudaraan. Inisiatif semacam ini juga bertujuan meningkatkan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk. Upaya ini menjadi krusial untuk menjaga stabilitas sosial dan membangun masyarakat yang inklusif.

Gubernur Pramono Anung juga menekankan bahwa silaturahmi harus terus dirawat bersama sebagai bagian dari budaya bangsa. Ia menambahkan, "Dalam bingkai halal bihalal, keberagaman justru menjadi kekuatan utama kita sebagai warga Jakarta." Sikap saling menghargai menjadi pilar utama dalam membangun kebersamaan yang kokoh dan berkelanjutan.

Kebersamaan Warga dan Peran Tokoh Nasional

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, turut menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan hadir. Ia merasa sangat bermakna dapat hadir dan merasakan kebersamaan warga dalam kegiatan tersebut. Gagasan menguatkan silaturahmi dalam keberagaman merupakan hal yang sangat dihargai dan perlu terus digalakkan.

Rachmat Pambudy menceritakan pengalamannya selama 40 tahun tinggal di Pondok Indah yang kaya akan interaksi sosial. Ia mengungkapkan, "Selama 40 tahun tinggal di sini, baru kali ini saya benar-benar merasakan silaturahmi yang lintas usia, suku, agama, dan latar belakang." Ini menunjukkan betapa pentingnya interaksi sosial yang inklusif dan melampaui sekat-sekat perbedaan.

Menurut Rachmat, Jakarta adalah ruang yang ideal bagi warganya untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan identitas. Ia menambahkan bahwa warga dapat merasakan kebanggaan sebagai satu komunitas yang bersatu. Kebanggaan ini tumbuh dari semangat saling menghargai antar sesama warga dan kepemimpinan yang merangkul semua.

Merayakan Keberagaman Sepanjang Tahun

Ketua Panitia, Ning Pramono, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah. Ia menyebutnya sebagai perayaan keberagaman yang telah dilalui bersama sepanjang tahun. Hal ini mencerminkan semangat toleransi dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Acara ini juga merupakan bentuk syukur atas kebersamaan yang terjalin dalam berbagai perayaan penting. Ning Pramono menyebutkan perayaan seperti Natal, Tahun Baru, Imlek, Nyepi, hingga Paskah yang dirayakan bersama. Ini menunjukkan komitmen untuk merayakan semua perbedaan sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Ketua KPK RI Agus Joko Purnomo. Hadir pula Anggota DPRD DKI Jakarta Ali Suharli, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Ali Murtado, serta sejumlah tokoh dan warga setempat. Kehadiran mereka menegaskan dukungan terhadap nilai-nilai saling menghargai, persatuan, dan kerukunan antarumat beragama.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi