Polda Maluku Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Perlindungan Perempuan dan Anak
Polda Maluku berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor guna meningkatkan perlindungan perempuan dan anak di wilayahnya, menekankan kolaborasi sebagai kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan berkeadilan.
Kepolisian Daerah (Polda) Maluku menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya meningkatkan perlindungan perempuan dan anak di wilayahnya. Kolaborasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna menciptakan lingkungan yang aman dan berkeadilan bagi kelompok rentan tersebut.
Komitmen ini disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Maluku, Komisaris Besar Polisi Rositah Umasugi, usai menghadiri Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau Wilayah Maluku 2026 di Ambon pada Minggu, 14 Juni 2026. Acara tersebut menjadi wadah penting untuk menyatukan langkah berbagai pihak.
Rositah Umasugi menekankan bahwa persoalan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dan kepedulian bersama dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah.
Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Kunci Utama
Polda Maluku secara aktif mendorong penguatan pelayanan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini dilakukan melalui unit khusus yang memiliki fungsi perlindungan, pendampingan, serta penegakan hukum yang efektif. Kehadiran Polri tidak hanya terbatas pada aspek penegakan hukum semata.
Polri juga berupaya membangun upaya pencegahan melalui edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang kondusif dan aman bagi perempuan dan anak di seluruh Maluku. Inisiatif ini menunjukkan pendekatan holistik dalam mengatasi isu krusial ini.
Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau diharapkan menjadi momentum krusial untuk memperkuat komunikasi antarpihak. Selain itu, forum ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepedulian bersama serta menghasilkan langkah konkret dalam menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak.
Dukungan dari Berbagai Pihak untuk Perlindungan Perempuan dan Anak
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Veronica Tan, turut mengapresiasi pelaksanaan forum ini. Menurutnya, forum tersebut merupakan ruang kolaborasi penting untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan dan mendorong pencegahan kekerasan.
Veronica Tan menegaskan bahwa persatuan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk perlindungan terhadap perempuan dan anak. Ia juga mengapresiasi langkah kepolisian yang terus memperkuat penanganan perkara melalui penguatan struktur dan fungsi pelayanan perlindungan.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menambahkan bahwa berbagai persoalan yang dihadapi perempuan dan anak, mulai dari kekerasan hingga kesenjangan pendidikan dan kesehatan, memerlukan keterlibatan seluruh pihak. Kerja sama pemerintah, aparat penegak hukum, dan organisasi masyarakat sangat dibutuhkan.
Komitmen Bersama Mewujudkan Masyarakat Aman dan Berkeadilan
Rositah Umasugi menegaskan kembali komitmen Polda Maluku untuk bersinergi dengan seluruh pihak. Tujuannya adalah mewujudkan masyarakat yang aman, berkeadilan, dan sejahtera, khususnya bagi perempuan dan anak. Ini mencerminkan visi jangka panjang yang ingin dicapai.
Forum ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Maya Baby Lewerissa. Kehadiran Komisioner Komnas Perempuan dan jajaran pemerintah daerah menunjukkan dukungan luas terhadap isu ini.
Perwakilan instansi terkait, jurnalis perempuan, serta pimpinan organisasi dan lembaga di bidang perlindungan perempuan dan anak juga turut berpartisipasi. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa isu ini adalah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat.
Sumber: AntaraNews