Perkuat Perdamaian, Kolaborasi UIN Palu dan Kemensos Berdayakan Mitra Deradikalisasi
UIN Datokarama Palu dan Kementerian Sosial bersinergi dalam program pemberdayaan komprehensif bagi mitra deradikalisasi di Sulawesi Tengah, perkuat upaya menetralisasi paham ekstrem.
Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu dan Kementerian Sosial (Kemensos) kini menjalin kolaborasi strategis. Kemitraan ini bertujuan memberdayakan kelompok masyarakat mitra deradikalisasi di wilayah Sulawesi Tengah. Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas sosial dan kerukunan di daerah tersebut.
Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Lukman Thahir, menyatakan bahwa kerja sama ini sangat vital untuk pembinaan dan pendampingan. Program ini berfokus pada pemberdayaan secara komprehensif kepada masyarakat mitra deradikalisasi. Tujuannya adalah menetralisasi paham radikal ekstrem sebagai bagian dari upaya perdamaian.
Kegiatan harmonisasi sosial telah dilaksanakan di Palu, Sulawesi Tengah, pada Minggu (19/4). Acara ini melibatkan sekitar 80 mitra deradikalisasi yang hadir. Mereka berasal dari Kabupaten Poso, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kota Palu.
Peran Strategis UIN dan Kemensos dalam Pemberdayaan Mitra Deradikalisasi
Prof. Lukman Thahir menekankan pentingnya peran mitra deradikalisasi sebagai agen perdamaian. Mereka perlu menjalankan dan mengamalkan tiga wasiat Nabi Muhammad SAW yang ada dalam Piagam Madinah. UIN Datokarama dan Kemensos siap mendampingi para mitra sebagai agen perdamaian di Indonesia.
UIN Datokarama memiliki kapasitas intelektual dan keagamaan yang sangat relevan. Kapasitas ini efektif untuk menyentuh sisi ideologis dan kemandirian para mitra deradikalisasi. Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan memberikan dimensi edukatif yang kuat.
Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin, Ishaq Zubaedi Raqib, mengemukakan fokus kolaborasi. Selain memberikan bantuan sosial, program ini mencakup pendampingan psikososial. Peningkatan keterampilan (skilling) dan penguatan moderasi beragama juga menjadi fokus utama.
Langkah-langkah tersebut dirancang agar para mitra dapat kembali hidup harmonis. Mereka diharapkan dapat berintegrasi penuh di tengah masyarakat. Ini merupakan bagian dari upaya reintegrasi yang berkelanjutan dan menyeluruh.
Program Berkelanjutan dan Kunjungan Menteri Sosial
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dijadwalkan akan berkunjung ke Kota Palu pada Senin (20/4). Agendanya meliputi pertemuan dengan para mitra deradikalisasi. Beliau juga akan menghadiri rapat senat terbuka wisuda ke-46 di Kampus UIN Datokarama.
Direktur Rehabilitasi Sosial, Tuna Sosial dan Perdagangan Orang Kemensos, Rachmat Koesnadi, menyampaikan bahwa program pemberdayaan dan pendampingan menjadi fokus utama. Kemensos akan membentuk komunitas mitra deradikalisasi yang lebih besar dari kelembagaannya.
Pembentukan komunitas ini bertujuan agar para mitra dapat dibantu secara maksimal dan berkelanjutan. Bantuan ini akan disalurkan melalui program pemberdayaan sosial. Program ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain di Indonesia.
Pendekatan yang digunakan adalah humanis, edukatif, dan memberdayakan dalam menangani isu radikalisme. Keberhasilan reintegrasi ini nantinya tidak hanya bermanfaat bagi individu. Namun, juga menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas dan kerukunan di wilayah Sulawesi Tengah.
Sumber: AntaraNews