Kapasitas Pengelolaan Sampah Makassar Belum Optimal, Wali Kota Ajak Kolaborasi
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyoroti kapasitas pengelolaan sampah Makassar yang baru menjangkau 67 persen dari total timbulan, mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi krisis lingkungan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengungkapkan bahwa kapasitas pengangkutan sampah di wilayahnya masih jauh dari ideal. Saat ini, pemerintah daerah baru mampu menangani sekitar 67 persen dari total timbulan sampah harian yang mencapai sekitar 1.036 ton di Kota Makassar. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh penumpukan sampah yang tidak tertangani.
Menyikapi keterbatasan ini, Munafri Arifuddin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ajakan ini disampaikan dalam berbagai kesempatan, termasuk saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, menekankan pentingnya memulai dari tindakan sederhana di rumah masing-masing.
Pemerintah Kota Makassar menyadari bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor dan perangkat daerah menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang komprehensif dan berkelanjutan di masa depan.
Tantangan Krisis Lingkungan Global dan Lokal
Dunia saat ini sedang menghadapi apa yang disebut sebagai triple planetary crisis, yaitu tiga krisis besar yang saling terkait: perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi lingkungan. Wali Kota Munafri Arifuddin menjelaskan bahwa krisis ini juga berdampak signifikan di Makassar, menuntut respons yang serius dan terkoordinasi dari semua pihak.
Timbulan sampah yang besar dan kapasitas pengangkutan yang terbatas menjadi salah satu manifestasi krisis polusi di Makassar. Angka 1.036 ton sampah per hari menunjukkan skala tantangan yang harus dihadapi. Tanpa penanganan yang memadai, masalah ini akan terus memperburuk kondisi lingkungan kota.
Kondisi ini tidak mungkin diselesaikan oleh pemerintah daerah sendirian. Diperlukan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat, komunitas, hingga sektor swasta, untuk bersama-sama mencari solusi efektif.
Urgensi Kolaborasi dan Pemilahan Sampah
Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh. Upaya ini mencakup pembangunan sistem yang terintegrasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem yang mampu mengelola sampah dari hulu hingga hilir.
Salah satu contoh konkret yang disoroti adalah inisiatif pemilahan sampah yang telah dilakukan oleh sejumlah komunitas hingga tingkat Rukun Tetangga (RT). Namun, upaya ini harus didukung oleh sistem pengangkutan yang sesuai agar sampah yang sudah dipilah tidak kembali tercampur saat diangkut, menjaga efektivitas program daur ulang.
Pemerintah Kota Makassar berkomitmen untuk membangun sinergi yang kuat antara berbagai elemen masyarakat dan perangkat daerah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap upaya pengelolaan sampah dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan.
Kampanye Konsisten untuk Masa Depan Berkelanjutan
Wali Kota Munafri Arifuddin menekankan bahwa kampanye pengelolaan sampah harus dilakukan secara terus-menerus dan konsisten. Kampanye ini tidak boleh berhenti, melainkan harus menjadi gerakan harian yang tertanam dalam kesadaran setiap individu. Edukasi dan sosialisasi berkelanjutan sangat penting untuk mengubah perilaku masyarakat.
Masyarakat harus memahami bahwa tindakan pengelolaan sampah yang dilakukan hari ini bukan hanya untuk kepentingan sesaat, tetapi untuk masa depan. Dengan memilah sampah dari rumah, setiap warga berkontribusi pada upaya menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan kota yang lebih bersih dan sehat untuk generasi mendatang.
Pemerintah Kota Makassar akan terus menggalakkan program-program edukasi dan fasilitas pendukung untuk memudahkan masyarakat dalam mengelola sampah. Konsistensi dalam kampanye dan partisipasi aktif dari seluruh elemen diharapkan dapat mewujudkan Makassar yang bersih dan bebas sampah.
Sumber: AntaraNews