UIN Palu Segera Buka Prodi Haji dan Umrah, Siap Cetak SDM Unggul 2026
UIN Datokarama Palu melalui FDKI segera membuka Prodi Haji dan Umrah pada 2026, menjawab kebutuhan SDM unggul dan mendukung visi pemerintah dalam pengelolaan haji dan umrah.
UIN Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, mengambil langkah strategis dengan segera membuka Program Studi (Prodi) Haji dan Umrah di bawah Fakultas Dakwah Komunikasi Islam (FDKI). Inisiatif ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang pelayanan haji dan umrah di Indonesia. Pembukaan prodi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Dekan FDKI UIN Datokarama, Dr. Adam, menyatakan bahwa seluruh persyaratan administrasi dan operasional untuk pembukaan Prodi Haji dan Umrah telah dipersiapkan secara matang. Targetnya, prodi ini akan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun 2026, dengan kuota awal sekitar 50 hingga 75 mahasiswa. Persiapan yang komprehensif ini menunjukkan keseriusan UIN Palu dalam menghadirkan program studi yang berkualitas.
Langkah ini juga sejalan dengan arahan Rektor UIN Datokarama yang menekankan pentingnya percepatan lahirnya manajer dan pembimbing haji dan umrah yang profesional di Sulawesi Tengah. Analisis mendalam menunjukkan adanya kebutuhan tinggi akan SDM di sektor ini, sehingga pembukaan Prodi Haji dan Umrah UIN Palu menjadi respons yang tepat. Program ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang siap berkarya dan berinovasi di bidang tersebut.
Kebutuhan Mendesak SDM Haji dan Umrah
Pembukaan Prodi Haji dan Umrah oleh UIN Datokarama Palu didasari oleh analisis mendalam mengenai kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di sektor haji dan umrah yang terus meningkat. Permintaan akan tenaga profesional yang mampu mengelola dan membimbing jamaah haji dan umrah semakin tinggi seiring bertambahnya jumlah calon jamaah setiap tahunnya. Kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan SDM berkualitas menjadi perhatian utama.
Dr. Adam menjelaskan bahwa inisiatif ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap visi besar pemerintah dalam menciptakan SDM unggul, khususnya dalam pengelolaan haji dan umrah. Dengan adanya prodi ini, diharapkan akan lahir para ahli yang tidak hanya memahami aspek syariah, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial dan pelayanan prima. Hal ini krusial untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan ibadah jamaah.
Rektor UIN Datokarama secara khusus telah memberikan arahan untuk mempercepat pembentukan manajemen dan pembimbing haji dan umrah yang kompeten di wilayah Sulawesi Tengah. Arahan ini menjadi pendorong utama bagi FDKI untuk segera merealisasikan program studi tersebut. Fokus pada pengembangan SDM lokal diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi daerah.
Persiapan Matang dan Kurikulum Berbasis Kompetensi
Untuk memastikan kualitas pendidikan, UIN Datokarama Palu telah melakukan berbagai persiapan matang, termasuk penyusunan proposal dan rekrutmen tenaga pengajar. Saat ini, lima hingga enam dosen telah direkrut untuk mengabdi di Prodi Haji dan Umrah. Para dosen ini diharapkan memiliki keahlian dan pengalaman yang relevan untuk membimbing mahasiswa.
Fakultas juga berencana menyelenggarakan lokakarya kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman. Kurikulum akan dirancang berbasis OBE (Outcome-Based Education), sebuah pendekatan yang berfokus pada hasil atau capaian pembelajaran yang harus dikuasai mahasiswa setelah lulus. Pendekatan ini memastikan bahwa lulusan memiliki kompetensi yang terukur dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Kurikulum OBE tidak hanya menekankan pada materi atau proses pembelajaran, tetapi juga menyelaraskan seluruh rancangan pembelajaran, metode, dan penilaian untuk mencapai kompetensi yang spesifik. Dengan demikian, mahasiswa Prodi Haji dan Umrah UIN Palu akan dibekali dengan keterampilan praktis dan pengetahuan mendalam yang dibutuhkan dalam industri haji dan umrah. Pihak fakultas berharap seluruh proses persiapan berjalan lancar tanpa kendala.
Sumber: AntaraNews