Menag Dorong Penambahan 20 Guru Besar di UIN Datokarama Palu hingga 2027 untuk Genjot Kualitas Akademik
Menteri Agama menargetkan Penambahan Guru Besar UIN Datokarama Palu sebanyak 20 orang hingga 2027. Langkah ini krusial untuk transformasi kelembagaan dan peningkatan kualitas akademik.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menantang Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, untuk meningkatkan jumlah guru besar secara signifikan. Target ambisius ini mencakup penambahan sekitar 20 guru besar hingga tahun 2027 mendatang. Langkah strategis ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas akademik dan sumber daya manusia di lingkungan kampus.
Penambahan jumlah guru besar menjadi krusial dalam upaya transformasi kelembagaan UIN Datokarama Palu. Menag menekankan bahwa semakin banyak guru besar, semakin besar pula keuntungan strategis yang akan berdampak positif pada reputasi institusi dan perkembangan akademik secara keseluruhan. Hal ini juga akan memengaruhi penilaian akreditasi perguruan tinggi.
Saat ini, UIN Datokarama Palu baru memiliki 11 guru besar. Dengan target penambahan 20 orang, total guru besar diharapkan mencapai 31 orang dalam tiga tahun ke depan. Menag berharap rektor dapat memfasilitasi para akademisi untuk segera meraih gelar profesor demi mencapai tujuan tersebut.
Target Ambisius untuk Peningkatan Kualitas Akademik UIN Datokarama Palu
Menag Nasaruddin Umar secara tegas menyatakan bahwa penambahan guru besar merupakan investasi jangka panjang bagi UIN Datokarama Palu. Tujuannya jelas, yaitu untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan transformasi kelembagaan. Kehadiran lebih banyak profesor akan menciptakan ekosistem akademik yang lebih dinamis dan kompetitif.
Rektor UIN Datokarama Palu didorong untuk memberikan dukungan penuh kepada para akademisi dalam proses percepatan meraih gelar profesor. Menag menjelaskan bahwa jumlah guru besar yang banyak akan memberikan keuntungan strategis yang berdampak signifikan pada kualitas akademik, reputasi, serta perkembangan institusi. Ini adalah langkah penting untuk memastikan UIN Datokarama Palu dapat bersaing di kancah pendidikan tinggi nasional.
Dari segi reputasi dan perkembangan akademik, Menag menambahkan bahwa kuantitas guru besar yang memadai akan memberikan dampak positif terhadap penilaian akreditasi suatu perguruan tinggi. “Kami berharap Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) terus berkembang dan semakin maju dari sisi kualitas institusi dan kuantitas mahasiswa serta kuantitas para dosen,” ujar Menag Nasaruddin Umar. Saat ini, UIN Datokarama Palu memiliki 11 guru besar dan diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan pengembangan program studi.
Integrasi Ilmu dan Spiritual dalam Kepemimpinan Akademik Profesor
Selain kuantitas, Menag Nasaruddin Umar juga menyoroti pentingnya kualitas dan karakter seorang profesor. Ia mengemukakan bahwa guru besar harus mampu memadukan atau mengintegrasikan antara ilmu dan zikir untuk kedalaman spiritual yang melampaui kecerdasan kognitif. Ini menekankan pentingnya pengembangan holistik bagi para akademisi di lingkungan PTKIN.
Profesor, sebagai puncak pencapaian akademik formal, diharapkan tidak hanya unggul dalam keilmuan tetapi juga dalam ketauladanan dan kerendahan hati. “Profesor adalah puncak pencapaian akademik bagi para pencari ilmu secara formal. Tetapi jangan lupa, di atas langit masih ada langit, artinya ketauladanan dan kerendahan hati harus dipegang teguh,” kata Menag Nasaruddin Umar. Pesan ini menjadi pengingat bahwa gelar akademik tinggi harus diiringi dengan kebijaksanaan dan integritas.
Visi ini sejalan dengan upaya untuk membentuk SDM unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat. Integrasi ilmu dan zikir diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Dukungan Rektor dan Upaya Percepatan Pencapaian Target
Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Lukman Thahir, menyambut baik tantangan dan arahan dari Menag. Ia mengemukakan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan langkah-langkah percepatan peningkatan kualitas akademik. Permintaan Menag mengenai penambahan jumlah guru besar menjadi salah satu fokus utama untuk diwujudkan.
“Apa yang menjadi keinginan Menag sejalan dengan visi kami,” ucap Prof. Lukman Thahir. Untuk mendukung target ini, Rektor juga meminta para dosen untuk terus meningkatkan kapasitas disiplin ilmu mereka dengan melanjutkan studi ke jenjang doktoral. Ini menunjukkan komitmen UIN Datokarama Palu dalam mengembangkan potensi akademik dosen-dosennya.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas ini, UIN Datokarama Palu baru-baru ini mengukuhkan dua dosen sebagai guru besar. Mereka adalah Prof. Dr. Rusli Takunas M.Pd yang menjadi guru besar bidang Pendidikan Islam Multikultural, dan Prof. Dr. H. Askar M.Pd sebagai guru besar bidang Pemikiran Pendidikan Islam. Pengukuhan ini menjadi bukti nyata langkah konkret UIN Datokarama Palu dalam menambah jumlah profesornya.
Sumber: AntaraNews