LLDikti IX Apresiasi Peran Profesor UMI Perkuat Kampus Berdampak
Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus memperkuat perannya sebagai kampus berdampak dengan 114 profesor, didukung LLDikti IX yang mendorong pengembangan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan umat.
Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam dunia pendidikan tinggi nasional. Kampus ini kini memiliki 114 profesor atau guru besar, sebuah pencapaian signifikan bagi perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia. LLDikti Wilayah IX mengapresiasi fokus UMI dalam mengembangkan pendidikan serta memperkuat diri sebagai kampus yang berdampak positif bagi masyarakat.
Kepala LLDikti Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, menegaskan bahwa para guru besar memiliki hak dan kebebasan untuk mengembangkan keilmuan mereka. Kebebasan ini harus dimanfaatkan agar ilmu yang dimiliki dapat berguna secara luas bagi masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan menjelang akhir tahun, bertepatan dengan pengukuhan enam guru besar baru UMI yang berlangsung pada 23-24 Desember. Penambahan ini semakin mengukuhkan posisi UMI sebagai PTS dengan jumlah profesor terbanyak di tanah air.
Peran Strategis Profesor dalam Pembangunan Bangsa
Dr. Andi Lukman menekankan bahwa menjadi seorang guru besar membawa kewajiban yang tidak ringan. Tanggung jawab ini meliputi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Lebih lanjut, para profesor harus memastikan bahwa setiap karya ilmiah yang dihasilkan memiliki dampak nyata. Dampak tersebut harus terasa manfaatnya bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Visi ini sejalan dengan upaya Kemendiktisaintek dalam mendorong perguruan tinggi untuk menjadi "kampus berdampak". Ini berarti perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan dan publikasi, tetapi juga mentransformasi kehidupan masyarakat.
UMI sebagai Pusat Keunggulan dengan Profesor Terbanyak
Ketua Dewan Profesor UMI, Prof. Mansyur Ramly, menyatakan bahwa pengukuhan enam guru besar baru ini semakin mengokohkan UMI. Universitas Muslim Indonesia kini menjadi PTS dengan jumlah profesor terbanyak di Indonesia.
Prof. Mansyur Ramly juga memberikan peringatan penting terkait pengembangan teknologi. Ia mengingatkan agar para akademisi tidak terjebak dalam kesombongan intelektual.
Ia menyinggung fenomena di kalangan teknologi global yang terkadang menempatkan capaian teknologi seolah melampaui kehendak Tuhan. "Kita mengembangkan kemampuan untuk kemaslahatan dan kemampuan akademik, bukan untuk disombongkan layaknya sosok Fir'aun," ujarnya.
Kontribusi Profesor UMI untuk Kemaslahatan Umat
Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, menyampaikan harapannya agar para profesor terus belajar. Mereka juga diharapkan untuk berkontribusi melalui pemikiran atau gagasan yang sehat.
Kontribusi ini diharapkan dapat melahirkan kebijakan serta masa depan yang lebih baik bagi bangsa. Tantangan ini menjadi dorongan bagi seluruh civitas akademika UMI.
Prof. Hambali Thalib menegaskan pentingnya menghadirkan ide dan gagasan demi kemaslahatan umat. Hal ini sesuai dengan visi Kemendiktisaintek yang menjadikan UMI sebagai kampus berdampak.
Sumber: AntaraNews