Unmul Kaltim Tambah 18 Guru Besar Baru, Ada yang Termuda Usia 42 Tahun!
Universitas Mulawarman (Unmul) Kaltim mengukuhkan 18 Guru Besar baru, meningkatkan total menjadi 93. Penambahan ini diharapkan dongkrak mutu pendidikan dan percepat kelulusan mahasiswa.
Universitas Mulawarman (Unmul) di Samarinda, Kalimantan Timur, baru-baru ini mengukuhkan 18 Guru Besar baru. Penambahan ini secara signifikan memperkuat jajaran akademik Unmul.
Pengukuhan tersebut meningkatkan total jumlah Guru Besar di Unmul menjadi 93 orang. Hal ini menjadi motivasi besar bagi 1.524 dosen lainnya untuk terus berinovasi dan berkarya.
Rektor Unmul, Profesor Abdunnur, menyampaikan apresiasi atas capaian ini. Ia meyakini penambahan Guru Besar akan berdampak positif pada pengembangan keilmuan dan percepatan kelulusan mahasiswa.
Penguatan Akademik Unmul dan Peran Guru Besar
Penambahan 18 Guru Besar baru ini merupakan langkah strategis Unmul dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Kalimantan Timur. Dengan total 93 Guru Besar, Unmul kini memiliki lebih banyak pakar yang dapat membimbing dan mengembangkan potensi akademik.
Rektor Unmul Profesor Abdunnur menegaskan bahwa kehadiran para Guru Besar sangat krusial. Mereka memiliki tugas penting dalam menjaga dan menegakkan nilai-nilai akademik di lingkungan universitas. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat membimbing para dosen muda untuk mencapai jenjang karier tertinggi.
Para Guru Besar ini juga diharapkan mampu berkontribusi aktif dalam memajukan reputasi dan mutu universitas secara keseluruhan. Dukungan mereka sangat vital bagi sekitar 32.000 mahasiswa Unmul yang akan menempuh pendidikan pada tahun ajaran 2025/2026.
Profil Guru Besar Baru dan Tantangan Keilmuan
Kedelapan belas Guru Besar yang baru dikukuhkan berasal dari tujuh fakultas berbeda di Unmul. Fakultas-fakultas tersebut meliputi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Selain itu, Guru Besar baru juga datang dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik, serta Fakultas Kedokteran. Keberagaman latar belakang keilmuan ini menunjukkan cakupan luas pengembangan akademik di Unmul.
Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Prof. Dr. Sifriyani dari FMIPA, yang dinobatkan sebagai Guru Besar termuda pada pengukuhan ini di usia 42 tahun. Ia menyebut tantangan terbesarnya adalah menjaga kesinambungan dalam penelitian dan publikasi di tengah tanggung jawab struktural sebagai pimpinan jurusan. Prof. Sifriyani berharap dapat memberikan dedikasi yang lebih besar lagi untuk kemajuan dunia pendidikan setelah meraih jabatan fungsional tertinggi ini.
- Prof. Dr. Rudi Kartika, Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biosorpsi FMIPA.
- Prof. Dr. Zulkarnaen, Guru Besar Pendidikan Fisika FKIP.
- Prof. Dr. Ir. Sopialena, Guru Besar Ilmu Pengendalian Hayati Penyakit Tumbuhan Pertanian.
- Prof. Dr. Ir. Mulyadi, Guru Besar Ilmu Tanah Tropika Humida Pertanian.
- Prof. Dr. Sifriyani, Guru Besar Regresi Nonparametrik & Statistika Spasial FMIPA.
- Prof. Dr. Fahrul Agus, Guru Besar Sistem Informasi Lingkungan-Kehutanan Teknik.
- Prof. Dr. Teguh Wirawan, Guru Besar Kimia Analitik & Lingkungan FMIPA.
- Prof. Dr. Ir. Andi Noor Asikin, Guru Besar Pengolahan Hasil Perikanan Baku Lokal Perikanan & Ilmu Kelautan.
- Prof. Dr. Irwansyah, Guru Besar Keuangan Perusahaan & Pasar Modal Ekonomi & Bisnis.
- Prof. Ir. Ndan Imang, Guru Besar Sistem Perladangan Pertanian.
- Prof. Dr. Ir. H.A. Syamad Ramayana, Guru Besar Agroklimatologi Pertanian.
- Prof. Dr. Hasbi Sjamsir, Guru Besar Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini & Manajemen PAUD FKIP.
- Prof. Dr. Ir. Dharma Widada, Guru Besar Manajemen Industri & Sistem Lingkungan Kehutanan Berkelanjutan Teknik.
- Prof. Dr. Zeni Haryanto, Guru Besar Teknologi Pembelajaran Fisika (TPACK) FKIP.
- Prof. Dr. Hetty Manurung, Guru Besar Fisiologi Tumbuhan & Fitokimia FMIPA.
- Prof. Dr. Soerja Koesanrpadi, Guru Besar Kimia Analitik & Material FMIPA.
- Prof. Dr. dr. Swandari Paramita, Guru Besar Ilmu/Sains Biomedis Kedokteran.
- Prof. Dr. Darnah, Guru Besar Biostatistika FMIPA.
Sumber: AntaraNews