DPRD Kaltim Rekomendasikan Pendirian Fakultas Olahraga Unmul, Dorong Peningkatan Prestasi Daerah
DPRD Kalimantan Timur secara tegas mendukung pendirian Fakultas Olahraga Unmul, melihatnya sebagai kebutuhan strategis untuk mengatasi krisis tenaga pendidik dan meningkatkan potensi atlet daerah.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap pendirian Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) di Universitas Mulawarman (Unmul). Rekomendasi ini disampaikan dalam audiensi strategis yang mempertemukan unsur legislatif, eksekutif, dan akademisi di Gedung E Lantai 1 Kantor DPRD Kaltim, Samarinda, pada Senin (2/2). Langkah ini dianggap krusial untuk kemajuan olahraga di Bumi Etam.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi, menegaskan bahwa keberadaan FIK bukan lagi sekadar wacana internal kampus, melainkan kebutuhan mendesak bagi seluruh Kalimantan Timur. Audiensi tersebut turut dihadiri oleh anggota Komisi IV lainnya seperti Agus Aras, Syahariah Mas’ud, dan Damayanti. Diskusi ini bertujuan mempercepat realisasi pendirian fakultas yang telah dirintis Unmul sejak tahun 2023.
Dari pihak eksekutif, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Muhammad Faisal, hadir bersama Sekretaris Dispora Sri Wartini dan Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Rasman Rading. Sementara itu, perwakilan Unmul diwakili oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. H. Moh. Bahzar, M.Si., serta Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Prof. Dr. Susilo, M.Pd. Pertemuan ini menunjukkan sinergi kuat antara berbagai pihak untuk mewujudkan Fakultas Olahraga Unmul.
Pentingnya Fakultas Olahraga bagi Kaltim
Muhammad Darlis Pattalongi menguraikan tiga alasan mendasar mengapa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) sangat mendesak untuk segera didirikan di Unmul. Pertama, Kalimantan Timur saat ini masih mengalami krisis tenaga pendidik olahraga yang signifikan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK. Kehadiran FIK diharapkan dapat mencetak lebih banyak profesional di bidang ini.
Kedua, Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim setiap tahunnya meluluskan sekitar 40 atlet berprestasi. Namun, ketersediaan pendidikan tinggi S1 keolahragaan di daerah belum mampu mengimbangi potensi besar para atlet tersebut. Banyak atlet terpaksa mencari pendidikan tinggi di luar daerah, yang berpotensi mengurangi talenta lokal.
Ketiga, Kaltim memiliki sarana dan prasarana olahraga yang sangat memadai, peninggalan dari Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008. Sayangnya, fasilitas ini belum dimanfaatkan secara optimal karena belum adanya institusi akademik khusus yang mengelola, meneliti, dan mengembangkan ilmu keolahragaan secara profesional. Darlis berharap, dengan adanya Fakultas Olahraga Unmul, sarana tersebut bisa lebih fungsional, produktif, dan berkelanjutan.
Selain itu, Darlis juga menyoroti penurunan prestasi olahraga Kaltim dalam beberapa tahun terakhir. Ia berharap kehadiran fakultas ini mampu mengembalikan kejayaan Kaltim di level nasional. Pendirian Fakultas Olahraga Unmul diharapkan menjadi katalisator kebangkitan prestasi olahraga daerah.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Provinsi
Senada dengan pandangan DPRD, Plt Kepala Dispora Kaltim, Muhammad Faisal, menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh pendirian Fakultas Olahraga Unmul. Faisal mendesak agar tim yang telah dibentuk bekerja lebih aktif guna mempercepat proses pendirian fakultas tersebut. Dukungan ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memajukan sektor olahraga.
Faisal menekankan bahwa tanpa adanya FIK, Kaltim berisiko kehilangan atlet-atlet terbaiknya yang memilih kuliah di luar daerah. Ia menjelaskan bahwa kampus yang peduli dengan kebutuhan atlet masih terbatas. Atlet membutuhkan tempat kuliah yang memahami dunia mereka, serta membantu menyiapkan masa depan setelah tidak lagi aktif bertanding.
Fakultas Olahraga Unmul dianggap sebagai solusi konkret untuk permasalahan ini, memberikan wadah pendidikan yang relevan bagi para atlet. Keberadaan FIK akan memastikan para atlet berprestasi di Kaltim memiliki jalur pendidikan yang mendukung karier dan masa depan mereka. Hal ini juga akan menjaga potensi olahraga daerah agar tidak berpindah ke provinsi lain.
Sumber: AntaraNews