Unmul Pecahkan Rekor MURI Tanam 1.010 Kopi Liberika, Perkuat Visi IKN Hijau Berkelanjutan
Universitas Mulawarman (Unmul) perkuat visi IKN Hijau dengan memecahkan rekor MURI penanaman 1.010 pohon kopi liberika, menunjukkan komitmen nyata dalam pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur, baru-baru ini memperkuat visi Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota hutan berkelanjutan. Partisipasi Unmul dalam pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) penanaman kopi liberika menjadi bukti nyata komitmen tersebut.
Kegiatan monumental ini melibatkan penanaman 1.010 pohon kopi liberika di Embung Daerah Aliran Sungai (DAS) Sanggai. Rektor Unmul, Abdunnur, menyatakan kebanggaannya atas keterlibatan kampus bersama masyarakat dan pimpinan Otorita IKN dalam aksi lingkungan ini.
Aksi ini bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan peran strategis Unmul dalam pembangunan IKN yang mengusung konsep Forest City dan Smart City. Keterlibatan ini juga menjadi implementasi nyata dari pola ilmiah pokok (PIP) Unmul, yaitu hutan hujan tropis dan lingkungan (tropical rain forest and environment).
Peran Strategis Unmul dalam Pembangunan IKN
Partisipasi Unmul dalam kegiatan penanaman kopi liberika ini menegaskan peran strategis kampus dalam pembangunan IKN. Rektor Abdunnur menjelaskan bahwa keterlibatan ini merupakan implementasi nyata dari pola ilmiah pokok (PIP) Unmul yang berfokus pada hutan hujan tropis dan lingkungan.
Aksi tersebut menerjemahkan landasan ilmiah universitas menjadi sebuah kontribusi konkret yang dapat dirasakan langsung dampaknya bagi lingkungan ibu kota baru. Unmul secara aktif mengerahkan sekitar 500 mahasiswa, menjadikan keterlibatan ini sebagai wujud nyata pengabdian dan pembelajaran langsung di lapangan.
Kehadiran ratusan mahasiswa menunjukkan fungsi Unmul sebagai pemasok sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga peduli terhadap isu lingkungan. Abdunnur menegaskan, “Langkah ini merupakan wujud dukungan nyata perguruan tinggi dalam memperkuat fondasi dan sistem penyangga kehidupan (life support system) bagi ekosistem IKN.”
Kopi Liberika: Solusi Ekologis dan Ekonomis
Pemilihan kopi jenis liberika untuk penanaman di IKN memiliki dampak ganda yang signifikan, baik secara ekologis maupun ekonomis. Secara ekologis, kopi liberika dikenal memiliki ketahanan tinggi untuk tumbuh di lahan marginal, sehingga sangat cocok untuk program rehabilitasi ekosistem di wilayah IKN.
Selain manfaat lingkungan, komoditas kopi liberika juga berpotensi menjadi ikon agrikultur baru dari Kecamatan Sepaku. Potensi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di sekitar IKN.
Abdunnur menjelaskan, “Dengan demikian, partisipasi Unmul tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga menyentuh dimensi pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar IKN.” Ini menunjukkan pendekatan holistik dalam pembangunan berkelanjutan.
Sinergi untuk IKN Berkelanjutan
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah melalui Otorita IKN, dan masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan Ibu Kota Nusantara. Unmul memandang perannya tidak sebatas pada kegiatan tri darma perguruan tinggi di dalam kampus, melainkan juga sebagai motor penggerak aksi lingkungan yang lebih luas.
Melalui kegiatan penanaman kopi liberika ini, Unmul menunjukkan komitmennya untuk secara aktif mengawal agar konsep Forest City dan Smart City terwujud secara konsisten dan berkelanjutan. Keterlibatan ini sekaligus membuktikan kesiapan Unmul sebagai mitra strategis pemerintah.
Abdunnur menegaskan, “Keterlibatan ini sekaligus membuktikan bahwa Unmul siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Ibu Kota Nusantara yang hijau, lestari, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.” Hal ini mencerminkan visi jangka panjang untuk IKN.
Sumber: AntaraNews