Pemprov Kepri Dukung Penuh Program Gentengisasi Nasional untuk Wilayah Pesisir
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyambut baik program gentengisasi nasional yang digagas Presiden Prabowo, dinilai sangat cocok untuk daerah pesisir Kepri yang rentan korosi dan membutuhkan atap lebih sejuk.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menyatakan dukungan penuh terhadap program "gentengisasi" nasional yang baru-baru ini diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini dianggap sangat relevan dan cocok untuk diterapkan di wilayah Kepri yang sebagian besar merupakan daerah pesisir dan lautan. Dukungan ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, di Tanjungpinang.
Wakil Gubernur Nyanyang menjelaskan bahwa masyarakat di Kepri umumnya masih banyak menggunakan atap seng. Atap seng ini sangat rentan terhadap korosi atau karatan akibat lingkungan pesisir, seperti uap air laut dan kelembapan udara yang tinggi. Kondisi ini membuat atap seng cepat rusak dan kurang nyaman bagi penghuni rumah.
Oleh karena itu, Pemprov Kepri melihat program gentengisasi sebagai solusi efektif untuk mengatasi masalah tersebut. Penggantian atap seng dengan genteng berbahan tanah liat diharapkan dapat memberikan atap yang lebih tahan lama, sejuk, dan juga lebih estetis. Inisiatif nasional ini diharapkan membawa perubahan positif bagi kualitas hunian masyarakat Kepri.
Alasan Kepri Sambut Baik Program Gentengisasi
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan bahwa Pemprov Kepri sangat mendukung gerakan nasional gentengisasi. Lingkungan pesisir Kepri dengan tingkat kelembapan tinggi dan paparan uap air laut mempercepat proses korosi pada atap seng. Hal ini menyebabkan atap cepat rusak dan memerlukan penggantian yang lebih sering.
Selain masalah ketahanan, atap seng juga dikenal membuat suhu di dalam rumah menjadi lebih panas. Kondisi ini tentu mengurangi kenyamanan bagi penghuni, terutama di daerah tropis seperti Kepulauan Riau. Genteng tanah liat menawarkan solusi yang lebih baik karena kemampuannya dalam menahan panas dan memberikan efek sejuk.
Aspek estetika juga menjadi pertimbangan penting dalam dukungan terhadap program gentengisasi. Atap seng yang berkarat seringkali terlihat kumuh dan tidak sedap dipandang, mengurangi keindahan lingkungan. Dengan genteng, diharapkan tampilan permukiman di Kepri akan menjadi lebih rapi dan menarik.
Implementasi dan Harapan Program Gentengisasi di Kepri
Untuk langkah selanjutnya, Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kepri saat ini masih menantikan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan dari Pemerintah Pusat. Pedoman ini sangat penting untuk memastikan implementasi program gentengisasi berjalan secara terarah dan efektif di seluruh wilayah Kepulauan Riau.
Nyanyang Haris Pratamura mengungkapkan bahwa penggunaan genteng berbahan tanah liat ini akan dimulai secara bertahap. Prioritas awal akan diberikan pada gedung-gedung pemerintahan, sebelum kemudian diperluas ke permukiman masyarakat. Gedung Daerah Provinsi Kepri di Tanjungpinang menjadi contoh nyata, di mana atap gentengnya telah bertahan hampir 50 tahun tanpa korosi.
Selain itu, para pengembang perumahan atau developer juga akan diimbau untuk menggunakan atap genteng dalam pembangunan hunian penduduk. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa rumah-rumah baru yang dibangun sudah menggunakan material atap yang lebih berkualitas dan tahan lama. Program gentengisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kepri secara signifikan.
Latar Belakang Program Gentengisasi Nasional
Program gentengisasi ini merupakan inisiatif nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Presiden Prabowo menginginkan adanya gerakan nasional untuk mengganti atap seng dengan genteng berbahan tanah liat sebagai upaya memperindah wajah Indonesia. Hal ini disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2).
Presiden Prabowo menyoroti fakta bahwa penggunaan atap seng masih sangat dominan di banyak rumah di Indonesia. Menurutnya, kondisi ini tidak hanya membuat lingkungan terlihat kurang estetis, tetapi juga berdampak negatif pada kenyamanan penghuni. Atap seng cenderung panas dan mudah berkarat, yang dianggap sebagai simbol kemunduran.
"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia," kata Prabowo. Presiden berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan, wajah Indonesia akan berubah lebih indah, serta terbebas dari atap-atap seng berkarat yang dinilai sebagai simbol kemunduran.
Sumber: AntaraNews