Seskab Teddy: Proyek Gentengisasi Ditujukan untuk Memperindah Permukiman Warga
Seskab Teddy mengungkapkan bahwa proyek gentengisasi yang diinisiasi oleh Prabowo bertujuan untuk mempercantik kawasan permukiman agar lebih menarik.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa gagasan proyek gentengisasi yang diperkenalkan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada para kepala daerah merupakan inisiatif pemerintah untuk mempercantik kawasan permukiman di Indonesia.
Gentengisasi adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk mengganti atap berbahan seng dengan genteng, karena atap seng dianggap membuat hunian menjadi panas, mudah berkarat, dan mengurangi nilai estetika lingkungan permukiman.
"Presiden Prabowo memperkenalkan gagasan proyek 'gentengisasi' sebagai bagian dari upaya memperindah lingkungan permukiman. Presiden menilai penggunaan atap seng yang meluas membuat kawasan menjadi panas dan kurang estetis," ujar Teddy melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet pada Senin (2/2/2026).
Presiden Prabowo menargetkan agar Indonesia tidak lagi didominasi oleh masalah karat dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Dengan penerapan genteng, diharapkan hunian menjadi lebih indah, sejuk, dan tertata.
Teddy juga menyampaikan bahwa proyek gentengisasi merupakan salah satu bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang akan diluncurkan oleh Prabowo dalam waktu dekat.
Gerakan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata. Selain itu, Prabowo juga akan memulai pembangunan program pengolahan sampah menjadi energi (Waste-to-Energy) di 34 titik sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menangani masalah sampah secara serius dan terintegrasi.
"Pemerintah pun akan segera memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini," jelas Teddy.
Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah, Prabowo juga menekankan pentingnya pemimpin untuk mengabdi sepenuhnya kepada kepentingan bangsa dan negara. Ia memaparkan arah besar pembangunan nasional melalui strategi transformasi bangsa.
"Strategi ini bertujuan untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju modern dengan tolok ukur utama peningkatan kualitas hidup seluruh rakyat," tutur Teddy.
Program ASRI
Sebelumnya, Prabowo telah mengungkapkan rencananya untuk meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI, yang salah satu programnya adalah gentengisasi.
Ia menyebutkan bahwa saat ini hampir semua desa dan kota di Indonesia menggunakan atap berbahan seng, yang mudah berkarat dan membuat penghuni rumah merasa kepanasan.
"Saya lihat, semua kota, kecamatan, hampir semua desa kita, maaf ya banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat," kata Prabowo dalam acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026).
Prabowo berpendapat bahwa Indonesia akan sulit menjadi indah jika semua atap rumah dan bangunan terbuat dari seng. Oleh karena itu, ia meminta agar semua atap di Indonesia menggunakan genteng.
"Maaf, saya tidak tahu ini dulu industri aluminium dari mana. Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng ya. Jadi ini gerakannya adalah gerakan proyek gentengisasi," jelasnya.
Menurutnya, harga alat pabrik genteng tidak mahal karena bahan bakunya berasal dari tanah yang dicampur dengan zat limbah lainnya. Hal ini membuat genteng menjadi ringan dan kuat untuk digunakan sebagai atap rumah.
"Alat-alat genteng itu, alat pabrik genteng itu tidak mahal. Genteng itu bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur dengan zat limbah lainnya bisa ringan dan kuat," ujar Prabowo.
Dia juga menyampaikan bahwa Koperasi Desa Merah Putih nantinya akan dilengkapi dengan pabrik pembuatan genteng. Prabowo mengajak kepala daerah untuk mempercantik kotanya melalui proyek gentengisasi.
"Ini serius ya. Bupati wali kota yang tidak mau kotanya indah terserah. Yang mau, ayo bersama kita bikin kotamu indah, kecamatanmu indah, desamu indah," tuturnya.
Prabowo berharap agar di masa depan, atap rumah atau bangunan di Indonesia tidak terlihat berkarat. Ia menginginkan Indonesia menjadi tempat yang indah, kuat, bangkit, dan masyarakatnya bahagia.
"Karat itu lambang degenerasi. Saya berharap dalam 2-3 tahun Indonesia tidak akan kelihatan karat. Karat adalah lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan," pungkas Prabowo.