Menkeu Purbaya Soal Anggaran Proyek Gentengisasi Diambil dari MBG: Bisa Saja

Pemerintah mengkaji proyek gentengisasi untuk mempercantik permukiman. Menkeu menyebut pendanaan bisa diambil dari ruang anggaran program MBG.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Menkeu Purbaya Soal Anggaran Proyek Gentengisasi Diambil dari MBG: Bisa Saja
Menkeu Purbaya Soal Anggaran Proyek Gentengisasi Diambil dari MBG: Bisa Saja (Merdeka.com)

Pemerintah tengah mengkaji gagasan proyek gentengisasi yang diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya mempercantik kawasan permukiman di Indonesia.

Program ini bertujuan mengganti atap rumah berbahan seng dengan genteng yang dinilai lebih estetis dan ramah lingkungan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pendanaan proyek tersebut masih dalam tahap pembahasan. Salah satu opsi yang memungkinkan adalah memanfaatkan ruang anggaran dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Bisa saja,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/2).

Menurut Purbaya, hingga kini pemerintah belum memiliki angka pasti terkait kebutuhan anggaran karena proses pendataan rumah yang menggunakan atap seng masih berlangsung.

“Itu kan hitungan yang ada kan hitungan kasar sekali, di mana semua rumah dihitung, terus semuanya diganti. Padahal kan yang diganti paling berapa puluh persen yang pakai seng,” ujarnya.

Ia menegaskan, nilai kebutuhan anggaran nantinya diperkirakan jauh lebih kecil dari estimasi awal yang beredar di publik.

Prabowo Subianto: Saya Buktikan Buka 1 Juta Lapangan Kerja Hanya dari MBG
Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan pemerintah daerah tahun 2026 di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor. (Tangkapan Laya © 2026 Liputan6.com

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI, yang salah satu fokusnya adalah program gentengisasi.

Menurut Prabowo, penggunaan atap seng masih mendominasi kawasan permukiman di Indonesia dan dinilai kurang ideal.

“Saya lihat, semua kota, kecamatan, hampir semua desa kita, maaf ya banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat,” kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Prabowo menilai penggunaan seng membuat lingkungan permukiman terlihat kurang indah. Karena itu, ia mendorong penggunaan genteng sebagai standar atap rumah dan bangunan di Indonesia.

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng ya. Jadi ini gerakannya adalah gerakan proyek gentengisasi,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahan baku genteng relatif murah dan dapat diproduksi secara massal melalui pabrik yang nantinya akan ditempatkan di Koperasi Desa Merah Putih.

“Alat-alat genteng itu tidak mahal. Bahannya dari tanah dan bisa dicampur zat limbah lain supaya ringan dan kuat,” tutur Prabowo.

Presiden mengajak para kepala daerah mendukung program tersebut demi memperindah kota dan desa di wilayah masing-masing.

“Bupati wali kota yang tidak mau kotanya indah terserah. Yang mau, ayo bersama kita bikin kotamu indah, kecamatanmu indah, desamu indah,” katanya.

Prabowo berharap dalam beberapa tahun ke depan, wajah permukiman Indonesia tidak lagi didominasi atap berkarat dan mencerminkan kebangkitan nasional.

Rekomendasi