Gubernur Jambi Dukung Penuh Program Gentengisasi Presiden Prabowo, Ini Alasannya
Gubernur Jambi Al Haris bergerak cepat menyikapi arahan Presiden Prabowo Subianto terkait Program Gentengisasi, menyurati pengembang perumahan untuk penggunaan genteng tanah liat demi hunian yang lebih sejuk dan atasi backlog perumahan.
Gubernur Jambi Al Haris menunjukkan respons cepat terhadap inisiatif Presiden Prabowo Subianto. Ia segera menyurati para pengembang perumahan di wilayahnya untuk mendukung program gentengisasi. Langkah ini diambil setelah arahan presiden pada rapat kerja nasional pemerintah pusat dan daerah.
Program gentengisasi bertujuan untuk mengembalikan penggunaan genteng tanah liat pada atap rumah, khususnya rumah subsidi. Al Haris menilai gagasan ini sangat menarik dan merupakan langkah positif. Penerapan gentengisasi diharapkan membawa dampak baik bagi kualitas hunian masyarakat.
Menurut Al Haris, genteng tanah liat memiliki keunggulan dalam menghilangkan karat, sehingga menciptakan udara yang lebih sejuk di dalam ruangan. Hal ini tentu akan meningkatkan kenyamanan bagi penghuni rumah.
Respons Cepat Jambi dan Manfaat Genteng Tanah Liat
Menyikapi arahan dari Presiden Prabowo, Gubernur Al Haris berencana menerbitkan surat edaran kepada pengembang. Surat ini akan menganjurkan penggunaan genteng dari tanah liat untuk seluruh atap rumah subsidi di masa mendatang. Inisiatif ini menandai komitmen Jambi dalam mendukung kebijakan nasional.
Alasan utama di balik dukungan terhadap gentengisasi adalah manfaat lingkungan dan kenyamanan yang ditawarkannya. Genteng tanah liat dinilai efektif dalam mencegah pembentukan karat pada atap. Kondisi ini berkontribusi pada suhu ruangan yang lebih stabil dan sejuk.
Selain itu, Al Haris juga memiliki rencana untuk mengunjungi para perajin batu bata di daerahnya. Kunjungan ini bertujuan untuk mengkampanyekan produksi genteng, mengingat bahan dasar genteng dan batu bata sama-sama dari tanah. Ini juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal.
Pemerintah Provinsi Jambi juga akan mengirimkan surat kepada Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) dan pengembang lainnya. Tujuannya adalah mendorong kembali penggunaan genteng tanah liat dalam pembangunan perumahan.
Gentengisasi sebagai Solusi Backlog Perumahan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut menegaskan pentingnya program gentengisasi. Program ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat Indonesia, sekaligus mengurangi persoalan backlog perumahan yang masih tinggi.
AHY menjelaskan bahwa semangat utama di balik gentengisasi yang merupakan bagian dari program pembangunan rumah rakyat adalah mengatasi tingginya angka backlog perumahan. Program ini dirancang untuk memastikan lebih banyak keluarga memiliki akses ke hunian yang layak. Ini menjadi prioritas pemerintah dalam agenda pembangunan nasional.
Data menunjukkan bahwa saat ini terdapat sekitar 9,9 juta kepala keluarga yang belum memiliki rumah sendiri. Angka ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Selain itu, sekitar 26,9 juta kepala keluarga lainnya masih tinggal di rumah yang dianggap tidak layak huni.
Oleh karena itu, gentengisasi tidak hanya berfokus pada material atap, tetapi juga pada penyediaan hunian yang berkualitas dan terjangkau. Ini merupakan langkah strategis untuk memperbaiki kondisi perumahan di seluruh negeri.
- 9,9 juta kepala keluarga belum memiliki rumah sendiri.
- 26,9 juta kepala keluarga masih tinggal di rumah tidak layak huni.
Sumber: AntaraNews