Pemkab Bekasi Ajak Perajin Batu Bata Tangkap Peluang Gentengisasi Presiden Prabowo
Pemerintah Kabupaten Bekasi mengajak perajin batu bata lokal untuk memanfaatkan besarnya peluang Gentengisasi, program Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada produksi genteng tanah liat demi kesehatan dan ekonomi rakyat.
Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, secara aktif mengajak seluruh perajin batu bata di wilayahnya untuk menangkap peluang usaha baru yang menjanjikan. Ajakan ini terkait program Gentengisasi yang diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk mendorong produksi genteng tanah liat sebagai material utama pembangunan rumah subsidi dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di seluruh Indonesia.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis. Beliau menyatakan, "Program ini bertujuan untuk mendorong produksi genteng tanah liat sebagai material utama pembangunan rumah subsidi maupun perbaikan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni)."
Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada penyediaan material bangunan yang berkualitas. Lebih dari itu, program Gentengisasi juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah. Dengan demikian, program ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam menyejahterakan rakyat.
Peluang Baru bagi Perajin Lokal
Kabupaten Bekasi menghadapi tantangan unik karena saat ini tidak memiliki produsen genteng lokal. Nur Chaidir mengungkapkan bahwa produksi genteng di daerah tersebut sudah tidak dapat ditemukan lagi. Kondisi ini membuat perajin batu bata merah lokal menjadi target utama untuk didorong agar turut serta memproduksi genteng.
Selama ini, produksi lokal di Kabupaten Bekasi hanya terbatas pada batu bata merah, dan jumlahnya pun semakin terbatas. Padahal, kebutuhan genteng untuk program Gentengisasi sangat tinggi. "Kabupaten Bekasi tidak memiliki produsen genteng lokal. Selama ini produksi lokal hanya terbatas pada batu bata merah dan itu pun jumlahnya semakin terbatas," jelas Nur Chaidir.
Untuk memenuhi kebutuhan mendesak ini, pasokan genteng saat ini masih mengandalkan daerah lain seperti Purwakarta dan Majalengka. Situasi ini menciptakan peluang emas bagi perajin batu bata di Kabupaten Bekasi untuk melakukan diversifikasi usaha. "Ini sebetulnya menjadi peluang bagi kita. Makanya kita mendorong UMKM batu bata lokal mulai beralih atau ikut memproduksi genteng. Permintaan genteng saat ini sangat tinggi, terutama untuk mendukung program Gentengisasi," tambahnya.
Mendorong Produksi Genteng Tanah Liat
Program Gentengisasi memiliki misi ganda, yaitu memenuhi kebutuhan material bangunan dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Salah satu tujuan utama program ini adalah mengurangi penggunaan material asbes yang berbahaya bagi kesehatan. Genteng tanah liat menjadi alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Meskipun saat ini fokus utama program adalah penerima manfaat RTLH, potensi pengembangan Gentengisasi sangat besar. Nur Chaidir meyakini bahwa ke depan, penggunaan genteng tanah liat berpotensi diterapkan pada bangunan lain. Ini termasuk sekolah, kantor pemerintahan, hingga fasilitas umum.
Pengembangan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mengurangi penggunaan material asbes demi alasan kesehatan dan keselamatan. "Saat ini kami masih fokus pada penerima manfaat program RTLH. Sedangkan untuk sektor lain seperti sekolah atau fasilitas umum, itu menjadi tanggung jawab dinas terkait," jelas Nur Chaidir.
Dampak Ekonomi dan Kualitas Produk
Program Gentengisasi tidak hanya berorientasi pada pembangunan perumahan rakyat, tetapi juga dirancang untuk memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Program ini secara langsung memberdayakan masyarakat dan pelaku UMKM. Pembelian genteng untuk program ini telah dimulai dari sentra UMKM Genteng Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, menunjukkan komitmen terhadap produk lokal.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP), Maruarar Sirait, menekankan pentingnya menjaga kualitas produk UMKM. Beliau menegaskan bahwa kualitas adalah kunci agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas. "Ini adalah wujud nyata kebijakan Presiden Prabowo. Negara hadir bukan hanya untuk membangun rumah, tetapi juga memastikan pembangunan tersebut membawa manfaat langsung bagi rakyat kecil dan UMKM," ujarnya.
Menteri PKP Maruarar Sirait juga menambahkan bahwa standar kualitas produk harus menjadi perhatian utama para pelaku UMKM. Hal ini penting agar produk mereka dapat bersaing di pasar nasional. "UMKM harus memiliki daya saing tinggi dengan menjaga kualitas sesuai standar SNI," tegasnya.
Sumber: AntaraNews