Warga Buleleng Gelar Aksi Bersih Sungai Peringati Hari Lahir Pancasila, Kumpulkan Ratusan Kilogram Sampah
Momen Hari Lahir Pancasila dimanfaatkan warga Buleleng untuk menggelar aksi Bersih Sungai Buleleng di Kelurahan Penarukan, berhasil mengumpulkan 187 kg sampah anorganik. Simak selengkapnya!
Warga Kelurahan Penarukan, Kota Singaraja, Bali, bersama Sungai Watch Station Buleleng, menggelar Gerakan Bersih Sungai. Aksi ini berlangsung pada Senin (2/6) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Jalan Setiabudi Lingkungan Satria. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian lingkungan sekaligus memperingati Hari Lahir Pancasila.
Dalam kegiatan gotong royong ini, tim berhasil mengumpulkan lebih dari 187 kilogram sampah anorganik. Sampah-sampah tersebut berasal dari aliran sungai dan area sekitarnya. Lurah Penarukan, Desak Made Susanti, menyatakan bahwa aksi ini juga menjadi momentum edukasi. Tujuannya adalah agar warga tidak membuang sampah sembarangan.
Kolaborasi antara pemerintah kelurahan, Sungai Watch, dan Krama Subak Yeh Taluh menunjukkan komitmen nyata. Mereka berupaya menjaga kebersihan lingkungan di Buleleng. Diharapkan, kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah semakin meningkat.
Kolaborasi dan Hasil Nyata Gerakan Bersih Sungai Buleleng
Aksi Bersih Sungai Buleleng yang dilaksanakan di Kelurahan Penarukan merupakan hasil kolaborasi apik antara Pemerintah Kelurahan Penarukan, Sungai Watch Station Buleleng, dan Krama Subak Yeh Taluh. Sinergi ini menunjukkan bagaimana berbagai elemen masyarakat dapat bersatu demi tujuan lingkungan yang lebih baik. Partisipasi aktif dari berbagai pihak ini menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga ekosistem sungai.
Dari kegiatan gotong royong tersebut, tim berhasil mengumpulkan total 187 kilogram lebih sampah anorganik. Sampah-sampah ini sebelumnya mencemari aliran sungai dan area sekitarnya, mengganggu ekosistem serta keindahan lingkungan. Pengumpulan sampah dalam jumlah besar ini menunjukkan tingkat pencemaran yang perlu mendapatkan perhatian serius dari seluruh lapisan masyarakat.
Desak Made Susanti menyampaikan terima kasih kepada tim Sungai Watch atas kepedulian dan partisipasi mereka yang sangat berarti. Ia juga berharap kegiatan bersih sungai ini dapat menumbuhkan kesadaran warga sekitar Penarukan agar tidak lagi membuang sampah sembarangan. Edukasi berkelanjutan menjadi fokus utama untuk menciptakan perubahan perilaku jangka panjang.
Strategi Jangka Panjang Pengawasan dan Edukasi Lingkungan
Pemerintah Kelurahan Penarukan tidak berhenti pada aksi bersih-bersih semata, namun juga merancang strategi jangka panjang untuk menjaga kebersihan lingkungan. Lurah Penarukan menegaskan komitmen untuk terus melibatkan desa adat, banjar se-Kelurahan Penarukan, Krama Subak, dan warga sekitar dalam program edukasi. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan.
Selain edukasi, upaya pengawasan juga akan ditingkatkan. Susanti menyebutkan bahwa pihaknya akan memasang spanduk sesuai instruksi pemerintah dan berupaya bersama Desa Adat untuk menyiapkan CCTV. Pemasangan CCTV ini diharapkan dapat membantu mengawasi kebersihan sungai dan mencegah tindakan pembuangan sampah ilegal. Langkah proaktif ini menunjukkan keseriusan pemerintah kelurahan dalam mengatasi masalah sampah.
Peran Sungai Watch dalam Pengelolaan Sampah Sungai Buleleng
Station Manager Sungai Watch Buleleng, I Gede Duta Dharma, menjelaskan bahwa Sungai Watch memiliki dua pendekatan utama dalam aksi bersih sungai. Pendekatan pertama adalah pemasangan jaring dan patroli rutin, yang berfungsi sebagai pencegahan berkelanjutan. Pendekatan kedua adalah aksi clean up secara berkala, seperti yang baru saja dilakukan di Kelurahan Penarukan.
Di Kelurahan Penarukan sendiri, Sungai Watch telah memasang dua jaring penangkap sampah. Dari pemasangan jaring tersebut, rata-rata setiap hari terkumpul sekitar 20 kilogram sampah. Jaring ini sangat membantu menjaga kebersihan aliran air sawah dan subak, memastikan air tetap bersih dan tidak tercampur sampah yang dapat merusak irigasi pertanian.
Duta Dharma juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang bijak oleh masyarakat. Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. Sementara itu, sampah anorganik sebaiknya dikelola melalui jasa angkutan sampah dari desa atau kelurahan. Ia juga mengimbau agar masyarakat mematuhi aturan pengelolaan sampah yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Ajakan dan Komitmen Bersama untuk Lingkungan Bersih
I Gede Duta Dharma menyampaikan kesiapan Sungai Watch untuk membantu program-program pengelolaan sampah, khususnya gerakan bersih-bersih atau gotong royong. Ia menyadari bahwa masih ada warga yang membuang sampah sembarangan, sehingga peran aktif komunitas seperti Sungai Watch sangat dibutuhkan. Komitmen ini menunjukkan dedikasi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
"Kalau sudah ada aturan dari Pergub atau Perda tentang pengelolaan sampah di Bali, tolong aturan itu ditaati demi lingkungan kita yang lebih bersih," pesan Duta Dharma. Ia juga menegaskan bahwa Sungai Watch siap membantu jika ada tumpukan sampah yang perlu ditangani. Ajakan ini menjadi seruan bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan.
Sumber: AntaraNews