Pembersihan Sampah Danau Batur: Komitmen Pemkab Bangli Jaga Kelestarian Sumber Air Bali
Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar aksi pembersihan sampah Danau Batur secara besar-besaran, melibatkan ribuan peserta demi menjaga kelestarian dan kualitas air danau vital di Bali serta mendukung program lingkungan nasional.
Pemerintah Kabupaten Bangli, Bali, secara masif melaksanakan aksi pembersihan sampah di Danau Batur. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya serius untuk menjaga kelestarian salah satu sumber air paling penting di Pulau Dewata. Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menegaskan komitmennya terhadap lingkungan Danau Batur.
“Kami ingin memastikan Danau Batur tetap lestari, lingkungannya sehat, serta memiliki kualitas air yang baik,” kata Bupati Sang Nyoman Sedana Arta di Kintamani, Bangli, pada Minggu (8/3). Ia menambahkan bahwa danau ini harus terus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat luas. Aksi bersih-bersih ini dipusatkan di empat lokasi strategis di sekitar danau.
Titik-titik tersebut meliputi Jaba Pura Ulun Danu Songan, Pura Jati, Dermaga Kedisan, serta Desa Trunyan. Kegiatan ini tidak hanya membersihkan danau, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian lingkungan. Inisiatif ini juga bertepatan dengan momentum penting menjelang Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Komitmen Pemerintah Daerah dan Pusat untuk Lingkungan
Aksi pembersihan sampah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah pada 2 Februari 2026. Arahan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Selanjutnya, komitmen ini diperkuat melalui rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali pada 19 Februari, yang kemudian diikuti oleh Forkopimda Kabupaten Bangli bersama seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, dan BUMD pada 23 Februari.
Selain bertujuan utama menjaga kebersihan lingkungan Danau Batur, kegiatan ini juga dirancang untuk mendukung terwujudnya program nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Di tingkat lokal, aksi ini sejalan dengan program Bangli BISA (Bersih, Indah, Sejuk, dan Asri) yang diusung oleh Pemerintah Kabupaten Bangli. Bupati Bangli berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan di kalangan masyarakat, khususnya di kawasan Danau Batur yang memiliki nilai strategis.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini menunjukkan keseriusan dalam menangani isu lingkungan. Langkah-langkah koordinatif yang diambil memastikan bahwa upaya pelestarian tidak hanya bersifat sporadis, tetapi terencana dan berkelanjutan. Dengan demikian, Danau Batur dapat terus terjaga keasrian dan kualitas airnya untuk generasi mendatang.
Kolaborasi Ribuan Peserta dan Upaya Pelestarian Menyeluruh
Kegiatan pembersihan Danau Batur ini berhasil mengumpulkan 5.055 peserta dari berbagai lapisan masyarakat dan instansi. Partisipasi aktif ini menunjukkan tingginya kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Dari jumlah tersebut, 2.435 orang berasal dari OPD dan instansi vertikal, sementara 220 orang merupakan perwakilan dari BUMD dan BUMN. Masyarakat desa dan kelurahan juga turut berkontribusi dengan 1.710 peserta, ditambah 660 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Kintamani IV dan V.
Selain kegiatan bersih-bersih sampah secara fisik, upaya pelestarian Danau Batur juga diperkaya dengan inisiatif lain yang berfokus pada peningkatan kualitas air secara alami. Sebanyak 10 ribu benih ikan nila ditebar ke perairan danau, yang diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem. Selain itu, sekitar 1.000 liter eco enzyme juga dituangkan ke danau. Penuangan eco enzyme ini bertujuan untuk membantu mengurai limbah organik dan memperbaiki kualitas air secara biologis, mendukung kelestarian ekosistem Danau Batur secara berkelanjutan.
Kegiatan ini juga memiliki makna simbolis karena diadakan menjelang Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, yang merupakan momen refleksi dan penyucian diri bagi umat Hindu. Dengan membersihkan danau, masyarakat Bangli tidak hanya membersihkan lingkungan fisik, tetapi juga menyucikan diri dan alam sekitar sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan kehidupan. Kolaborasi dan berbagai upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi Danau Batur.
Danau Batur: Sumber Kehidupan dan Warisan Global
Bupati Bangli menegaskan kembali bahwa Danau Batur memegang peranan vital sebagai salah satu sumber air utama bagi seluruh Pulau Bali. Oleh karena itu, kelestariannya harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Menjaga danau berarti menjaga keberlangsungan hidup dan kesejahteraan banyak orang. “Kami ingin menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat dalam menjaga danau ini sebagai sumber kehidupan,” ujar Bupati Sang Nyoman Sedana Arta.
Ia menjelaskan bahwa jika danau terjaga dengan baik, maka ekosistem, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat yang bergantung padanya juga akan semakin meningkat. Pelestarian Danau Batur juga selaras dengan prinsip-prinsip yang diusung oleh kawasan Batur UNESCO Global Geopark. Prinsip ini menekankan pentingnya memuliakan bumi untuk mencapai kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, dengan menjaga keseimbangan antara konservasi alam dan pembangunan yang bertanggung jawab.
Upaya pelestarian ini bukan hanya tentang kebersihan, tetapi juga tentang keberlanjutan budaya dan ekonomi. Dengan menjaga Danau Batur, Pemerintah Kabupaten Bangli dan masyarakatnya turut berkontribusi pada pelestarian warisan alam global. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Bali yang lebih hijau dan sejahtera.
Sumber: AntaraNews