Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali, secara masif melaksanakan Penanaman Bibit Pohon Badung sebanyak 4.400 batang. Aksi lingkungan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Semesta Berencana yang bertepatan dengan peringatan Rahina Tumpek Wariga, Minggu (26/10).
Rahina Tumpek Wariga sendiri merupakan momen sakral bagi umat Hindu untuk memuliakan tumbuh-tumbuhan, mencerminkan kearifan lokal dalam menjaga keharmonisan alam. Kegiatan Penanaman Bibit Pohon Badung ini berlangsung di berbagai titik strategis di wilayah Kabupaten Badung, Bali.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan. Selain itu, penanaman ini juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem alam serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sumber daya air dan hutan di daerah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Makna Spiritual dan Tujuan Penanaman Ribuan Bibit Pohon
Pelaksanaan Gerakan Semesta Berencana yang bertepatan dengan perayaan Tumpek Wariga memiliki makna spiritual yang sangat mendalam. Ini adalah wujud nyata dari penghormatan dan pemuliaan terhadap tumbuh-tumbuhan, sejalan dengan ajaran agama Hindu.
Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) setempat, Pemkab Badung menanam 4.400 bibit pohon yang sebagian besar merupakan sarana upakara atau ritual agama umat Hindu. Pemilihan jenis pohon ini juga menunjukkan upaya pelestarian budaya dan tradisi lokal dalam setiap Penanaman Bibit Pohon Badung.
Bupati Adi Arnawa mengungkapkan harapannya agar pohon-pohon yang telah ditanam dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat berkelanjutan. "Harapan kami pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh subur, dan memberikan manfaat bagi keseimbangan alam serta kehidupan manusia, sesuai kearifan lokal Bali yang selalu menjunjung tinggi keharmonisan antara manusia dan alam," ujarnya.
Advertisement
Advertisement
Langkah Konkret Menuju Lingkungan Berkelanjutan
Kegiatan Penanaman Bibit Pohon Badung ini juga menjadi bagian integral dari program lingkungan berkelanjutan yang lebih luas. Program ini mengintegrasikan aksi penanaman pohon dengan kegiatan pembersihan sungai yang dilakukan secara serentak di seluruh Bali.
Integrasi kedua aksi ini menunjukkan komitmen Pemkab Badung dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat secara holistik. Upaya ini tidak hanya berfokus pada penghijauan, tetapi juga pada pengelolaan ekosistem air yang vital bagi kehidupan.
Bupati Adi Arnawa menekankan bahwa aksi ini bukan sekadar simbolis, melainkan langkah konkret. Tujuannya adalah mewujudkan wilayah yang hijau, sehat, dan memiliki daya saing ekologis yang kuat di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Revitalisasi Gerakan Kebersihan dan Gotong Royong
Ke depan, Pemkab Badung juga berencana untuk merevitalisasi kembali Gerakan Serentak Kebersihan (Gertak) guna memperkuat semangat gotong royong di masyarakat. Inisiatif ini diharapkan dapat melibatkan lebih banyak elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
"Kami sudah berkoordinasi untuk menghidupkan kembali semangat ini," kata Bupati Adi Arnawa. Rencananya, setiap pimpinan perangkat daerah akan bertanggung jawab terhadap wilayah tertentu di Kabupaten Badung, memastikan koordinasi yang efektif dalam setiap kegiatan lingkungan.
Mereka akan berkoordinasi langsung dengan perbekel dan masyarakat setempat untuk menggerakkan partisipasi aktif. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sinergi antara pemerintah dan warga dalam upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan, termasuk program Penanaman Bibit Pohon Badung di masa mendatang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews