Fakta Unik Eco Enzim: Pemkab Bangli Raih Brida Optimal 2025 Berkat Inovasi Penyelamat Danau Batur

Pemkab Bangli sukses meraih penghargaan Brida Optimal 2025 dari BRIN. Inovasi **eco enzim** terbukti efektif melestarikan Danau Batur, menginspirasi daerah lain.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik Eco Enzim: Pemkab Bangli Raih Brida Optimal 2025 Berkat Inovasi Penyelamat Danau Batur
Pemkab Bangli berhasil meraih penghargaan Brida Optimal 2025 berkat inovasi eco enzim yang efektif melestarikan Danau Batur. Simak bagaimana cairan ini bekerja! (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli, Bali, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Mereka meraih penghargaan Brida Optimal 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Senin, 27 Oktober.

Penghargaan ini diberikan atas inovasi penggunaan eco enzim yang secara signifikan berkontribusi pada pelestarian lingkungan perairan Danau Batur, Kintamani. Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras kolektif dalam menciptakan terobosan.

Kontribusi terbaik terhadap lingkungan perairan Danau Batur menjadi fokus utama inovasi ini. Upaya tersebut juga bertujuan untuk mengembalikan fungsi danau sebagai salah satu sumber air vital di Bali, serta mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah organik.

Inovasi Eco Enzim untuk Kualitas Air Danau Batur

Inovasi utama yang membawa Pemkab Bangli meraih penghargaan Brida Optimal 2025 adalah penerapan eco enzim. Cairan ini diberikan secara berkala untuk menekan tingkat pencemaran yang selama ini berdampak pada penurunan baku mutu kualitas air Danau Batur.

Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar menyampaikan, “Ini berkat kerja keras bersama dalam melakukan terobosan, memberikan kontribusi terbaik terhadap lingkungan perairan Danau Batur.” Penggunaan eco enzim diharapkan dapat mengembalikan ekosistem danau ke kondisi optimalnya.

Selain manfaat langsung terhadap kualitas air, program ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi. Masyarakat diajak untuk memahami pentingnya pengelolaan sampah organik sebagai bahan baku eco enzim, sehingga menciptakan siklus positif dalam pelestarian lingkungan.

Apresiasi BRIN dan Motivasi Inovasi Daerah

Penghargaan yang diterima Pemkab Bangli di Kantor BRIN di Jakarta ini diberikan dalam kategori optimalisasi potensi dan atau penyelesaian permasalahan daerah 2025. BRIN memberikan apresiasi kepada total 39 pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 12 di antaranya adalah pemerintah provinsi, termasuk Provinsi Bali, serta 27 pemerintah kabupaten/kota. Di Provinsi Bali sendiri, enam kabupaten/kota mendapatkan apresiasi serupa dari BRIN, yaitu Kabupaten Bangli, Badung, Klungkung, Gianyar, Tabanan, dan Kota Denpasar.

Wakil Bupati Diar berharap, “Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi pemerintah daerah lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui riset dan inovasi.” Apresiasi ini menegaskan pentingnya peran riset dan inovasi dalam pembangunan berkelanjutan.

Danau Batur dan Peran Eco Enzim

Danau Batur, danau terbesar di Bali, memiliki empat potensi utama yang sangat vital: pariwisata, perikanan, pertanian hortikultura, dan fungsi lingkungan. Danau ini juga merupakan bagian dari Batur Global Geopark yang diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

Pada tahun 2023, Pemkab Bangli bahkan mencatatkan rekor di Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan menuangkan 20 ton cairan eco enzim di Danau Batur. Aksi ini menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian danau.

Eco enzim sendiri merupakan cairan yang dihasilkan dari fermentasi sampah organik, seperti sisa buah atau sayuran, dengan tambahan gula merah dan air. Proses fermentasi ini menghasilkan cairan serbaguna yang ramah lingkungan dan terbukti efektif dalam berbagai aplikasi, termasuk pemulihan kualitas air.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi