Pemkab Bangli Gencarkan Penanganan Sampah di Sungai dan Danau Batur Demi Lingkungan Bersih
Pemerintah Kabupaten Bangli fokus pada Penanganan Sampah di Sungai dan Danau Batur melalui Gerakan Serentak Bali Resik Sampah, menegaskan komitmen menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan demi pariwisata.
Pemerintah Kabupaten Bangli, Bali, secara serius menggalakkan upaya penanganan sampah di wilayahnya, khususnya di area vital seperti Sungai dan Danau Batur di Kintamani. Inisiatif ini merupakan bagian dari Gerakan Serentak Bali Resik Sampah yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menegaskan bahwa Bangli memiliki tanggung jawab besar sebagai daerah penghasil air dan udara bersih bagi Pulau Dewata.
Gerakan bersih-bersih ini tidak hanya terpusat di satu titik, melainkan menyasar berbagai lokasi strategis di perkotaan Bangli, termasuk sungai Tukad Sagening dan saluran terusan hingga Pura Masceti. Selain itu, aksi serupa juga diperluas ke lingkungan sekolah dan banjar-banjar, menunjukkan komitmen menyeluruh pemerintah daerah. Bupati Arta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai tanggung jawab bersama, bukan sekadar beban.
Isu sampah menjadi prioritas mendesak bagi Bangli, terutama dalam mendukung sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali. Dengan menjaga kebersihan lingkungan, Bangli berharap dapat mempertahankan citranya sebagai destinasi yang asri dan lestari. Gerakan ini juga bertujuan menumbuhkan karakter peduli lingkungan sejak dini di kalangan pelajar.
Fokus Penanganan Sampah di Kawasan Vital Bangli
Aksi bersih-bersih dalam Gerakan Serentak Bali Resik Sampah dipusatkan di beberapa titik krusial di perkotaan Bangli. Salah satu lokasi utama adalah sungai Tukad Sagening, mencakup kawasan bawah jembatan Sagening dan Pura Petirtaan Toya Laka di Banjar Kawan. Fokus pada sungai ini menunjukkan keseriusan Pemkab Bangli dalam menjaga kualitas air.
Selain itu, upaya pembersihan juga menyasar saluran terusan dari Dalem Purwa hingga Pura Masceti, kawasan Barat Kantor MDA Bangli, serta drainase di sekitar Rumah Sakit Jiwa dan SD Negeri 3 Kawan. Pembersihan drainase penting untuk mencegah genangan air dan penyebaran penyakit. Saluran terusan di sepanjang Jalan Serma Meranggi, kawasan Catus Pata Alun-alun Bangli, hingga wilayah Bebalang dari Patung Adipura ke selatan juga menjadi target aksi.
Gerakan ini tidak hanya berhenti di pusat kota, tetapi juga diperluas ke seluruh wilayah Bangli. Para camat, kepala desa, dan lurah diberi mandat untuk mengoordinasikan gerakan serupa di wilayah masing-masing sesuai kebutuhan lingkungan setempat. Pendekatan terdesentralisasi ini memastikan bahwa setiap sudut Bangli mendapatkan perhatian dalam upaya penanganan sampah.
Peran Serta Berbagai Elemen dalam Gerakan Bali Resik Sampah
Gerakan Serentak Bali Resik Sampah berhasil mengumpulkan partisipasi yang masif dari berbagai sektor masyarakat. Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, mencatat total 4.125 orang terlibat dalam aksi ini. Partisipasi ini menunjukkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya kebersihan lingkungan.
Peserta aksi datang dari berbagai latar belakang, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi vertikal sebanyak 2.435 orang. Perangkat desa dan kelurahan juga turut berkontribusi dengan 1.110 orang, menunjukkan dukungan kuat dari tingkat pemerintahan terkecil. Selain itu, BUMD dan BUMN di Bangli menyumbangkan 220 orang, serta ratusan pelajar turut ambil bagian.
Sektor pendidikan juga diikutsertakan secara aktif melalui instruksi kepada sekolah-sekolah untuk melakukan pembersihan di lingkungan mereka dan drainase. Keterlibatan pelajar bertujuan menumbuhkan karakter peduli lingkungan sejak dini. Tim Penggerak PKK juga bergerak serentak di tingkat banjar-banjar di seluruh Bali, memulai aksi bersih-bersih dari pekarangan rumah masing-masing.
Komitmen Jangka Panjang untuk Lingkungan Berkelanjutan
Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menekankan bahwa menjaga kebersihan bukanlah beban, melainkan tanggung jawab bersama demi kelestarian lingkungan. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah. Bupati juga mengajak masyarakat untuk aktif melakukan pengawasan dan melapor kepada aparat dinas terkait apabila menemukan oknum membuang sampah sembarangan.
Komitmen ini diperkuat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, yang berharap peran serta masyarakat tidak hanya bersifat sesaat, tetapi menjadi budaya. Ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dipegang teguh oleh setiap individu. Visi jangka panjang ini menekankan pembentukan budaya bersih yang berkelanjutan.
Dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga swasta, hingga masyarakat luas dan pelajar, Penanganan Sampah Bangli diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Upaya ini tidak hanya untuk keindahan visual, tetapi juga untuk menjaga kualitas air dan udara, yang merupakan aset tak ternilai bagi Bangli dan seluruh Bali.
Sumber: AntaraNews