Polairud Penajam Ajak Warga Selamatkan Lingkungan Pesisir dari Ancaman Pencemaran Sampah
Satuan Polairud Polres Penajam Paser Utara bersama warga Desa Kayu Api bergotong-royong membersihkan pantai dan sungai, sebagai upaya konkret menyelamatkan lingkungan pesisir dari pencemaran sampah yang mengancam ekosistem.
Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Kepolisian Resor (Polres) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menggagas gerakan gotong-royong bersama warga. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelamatkan lingkungan pesisir Desa Kayu Api, Kecamatan Penajam, dari ancaman serius pencemaran sampah. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk menjaga kelestarian alam serta mendukung keberlanjutan ekosistem perairan di wilayah tersebut.
Kepala Satuan (Kasat) Polairud Polres Penajam Paser Utara, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Abiyantoro, menjelaskan bahwa aksi bersih-bersih pantai dan sungai ini bukan sekadar rutinitas biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan gerakan moral yang kuat untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Fokus utama adalah membersihkan area pesisir yang rentan terhadap penumpukan berbagai jenis limbah.
Pada hari Sabtu, personel kepolisian bersama warga Desa Kayu Api bahu-membahu membersihkan garis pantai, bantaran sungai, serta fasilitas umum dan sosial yang terdampak sampah. Sampah yang terkumpul, meliputi plastik, kayu, dan limbah rumah tangga, mencapai kisaran enam kilogram. Aksi nyata ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kelangsungan ekosistem dan potensi pariwisata daerah.
Gotong Royong untuk Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan
Dalam kegiatan gotong-royong ini, personel Satuan Polairud Polres Penajam Paser Utara dibagi menjadi beberapa regu. Mereka secara sistematis menyisir area vital seperti garis pantai, bantaran sungai, hingga fasilitas umum dan sosial yang sering menjadi tempat tumpukan sampah. Kolaborasi antara aparat kepolisian dan masyarakat menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Warga Desa Kayu Api bersama polisi aktif memungut berbagai jenis sampah yang mencemari lingkungan. Sampah plastik, potongan kayu, dan limbah rumah tangga yang terbawa arus laut maupun sungai menjadi target utama pembersihan. Upaya ini krusial mengingat sampah-sampah tersebut dapat merusak keindahan alam dan mengganggu ekosistem perairan.
Kerja sama antara kepolisian dan masyarakat ini berhasil menciptakan wilayah pesisir yang lebih bersih, aman, dan nyaman. Lingkungan yang terjaga kebersihannya memiliki potensi besar untuk mendukung perkembangan sektor perikanan dan pariwisata secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang mengedepankan aspek kelestarian alam.
Komitmen Kepolisian dan Kesadaran Kolektif Menghadapi Pencemaran Sampah
Kepolisian Republik Indonesia, melalui Satuan Polairud Polres Penajam Paser Utara, menegaskan komitmennya untuk mendukung program pemerintah terkait pelestarian lingkungan. Secara khusus, persoalan sampah laut menjadi perhatian serius karena dampak langsungnya terhadap ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat pesisir. Oleh karena itu, penanganan sampah laut harus menjadi tanggung jawab bersama.
AKP Abiyantoro menekankan bahwa kegiatan bersih-bersih pantai dan sungai ini bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif. Diharapkan masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak lagi membuang sampah sembarangan. Edukasi dan aksi nyata seperti ini diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih bertanggung jawab.
Inisiatif ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan kepala negara yang menekankan pentingnya langkah konkret dalam pembersihan pantai dan sungai. Tujuannya adalah mencegah pencemaran dan menjaga potensi wisata daerah agar tetap lestari. Dengan demikian, lingkungan yang bersih akan menjadi aset berharga bagi generasi mendatang.
Sumber: AntaraNews