Gubernur Koster Resmikan Gedung MUI Bali, Jadi Pusat Pelayanan Umat Muslim
Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi meresmikan Gedung MUI Bali di Denpasar, diharapkan menjadi pusat pelayanan optimal bagi umat Muslim di Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi menandatangani prasasti peresmian Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali pada Sabtu lalu di Denpasar. Peresmian ini menandai beroperasinya gedung baru yang berlokasi strategis di Jalan Pura Banyu Kuning Padangsambian, Denpasar Barat. Kehadiran gedung ini diharapkan dapat menjadi pusat pelayanan yang optimal bagi seluruh umat Muslim di Pulau Dewata.
Dengan mengucapkan om awighnam astu namo siddham, Gubernur Koster menyatakan gedung MUI Bali kini resmi dibuka dan siap untuk beroperasi penuh. Gedung megah ini merupakan hasil kolaborasi dan gotong royong antara Pemerintah Provinsi Bali dan sumbangsih dana umat. Pembangunan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial.
Keberadaan kantor bersama ini diharapkan dapat membawa angin segar bagi semeton Muslim Bali dalam menjalankan berbagai aktivitas keagamaan dan kemasyarakatan. Gedung ini diproyeksikan menjadi wadah penting untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama di Bali. Hal ini sekaligus menjadi simbol persatuan dan kemajuan komunitas Muslim di wilayah tersebut.
Dukungan Pemprov Bali dan Harapan Gubernur Koster
Gubernur Wayan Koster menegaskan pentingnya Gedung MUI Bali sebagai fasilitas vital bagi umat Muslim. Ia berharap gedung ini dapat memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kerukunan umat beragama di Bali. Dukungan Pemerintah Provinsi Bali dalam pembangunan ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap seluruh elemen masyarakat.
Koster menyampaikan apresiasinya terhadap semangat gotong royong yang terwujud dalam pembangunan gedung ini. Menurutnya, cara kerja sama seperti ini meringankan beban dan mempercepat realisasi proyek. Kontribusi Pemerintah Provinsi Bali sebesar Rp1,5 miliar menjadi pendorong utama rampungnya pembangunan.
Peresmian ini juga menjadi momen bersejarah, mengingat peletakan batu pertama telah dilakukan oleh Gubernur Koster pada tahun 2019. Meskipun sempat terhenti akibat pandemi COVID-19, komitmen untuk menyelesaikan pembangunan tetap terjaga. Gedung ini diharapkan menjadi warisan positif bagi kepemimpinan Koster di Bali.
Peran MUI Bali dan Semangat Gotong Royong Umat
Ketua Umum MUI Bali, Mahrusun Hadyono, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh Muslim di Bali dan Pemerintah Provinsi Bali atas dukungan luar biasa. Ia menekankan bahwa Gedung MUI Bali ini akan berfungsi sebagai pusat pelayanan bagi umat dan masyarakat luas. Siapapun yang membutuhkan pelayanan dari MUI Provinsi Bali akan disambut dengan baik.
Meskipun gedung ini belum 100 persen rampung dan prasarana masih perlu dilengkapi, Mahrusun menyatakan kebanggaannya. Ia melihat gedung ini sebagai pemicu semangat bagi MUI di tingkat kabupaten/kota. Dampak positif ini diharapkan menular ke daerah lain, seperti Jembrana dan Buleleng yang sudah merencanakan pembangunan kantor serupa.
Mahrusun berharap semua pengurus MUI Bali dapat memanfaatkan gedung ini sebaik-baiknya untuk bekerja sama melayani masyarakat. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang telah ditunjukkan dalam pembangunan harus terus berlanjut. Hal ini demi kemajuan dan kesejahteraan umat Muslim di Bali.
Sejarah Pembangunan dan Pendanaan Gedung MUI Bali
Ketua Pembangunan Gedung MUI Bali, Ekky Rezal, menjelaskan bahwa gagasan pembangunan gedung ini berawal dari KH. Hasan Ali, yang memulai dengan pembebasan lahannya. Proses panjang pembangunan ini menunjukkan dedikasi tinggi dari berbagai pihak. Realisasi gedung ini adalah buah perjuangan kolektif yang patut diapresiasi.
Peletakan batu pertama dilakukan pada tahun 2019 oleh Gubernur Koster dengan dana awal Rp1 miliar, namun pembangunan sempat terhenti karena pandemi COVID-19. Tantangan ini tidak menyurutkan semangat para penggerak proyek. Proses pembangunan kembali berlanjut pada tahun 2025 dengan dukungan signifikan.
Pemerintah Provinsi Bali kembali hadir memberikan bantuan dana sebesar Rp1,5 miliar, sehingga total dana mencapai Rp3,6 miliar lebih. Dana sisanya merupakan sumbangsih dari umat Muslim sendiri, menunjukkan kekuatan solidaritas. Ekky Rezal menyebut perhatian Gubernur Koster sangat luar biasa, bahkan akan membantu pengadaan furnitur dan AC.
Fungsi dan Dampak Positif Gedung Tiga Lantai
Gedung MUI Bali yang berlantai tiga ini dirancang untuk mengakomodasi berbagai fungsi penting bagi umat Muslim. Lantai satu akan difungsikan sebagai tempat ibadah dan dapat digunakan untuk berbagai acara keagamaan Muslim Bali. Ini akan menjadi pusat kegiatan spiritual dan kebersamaan.
Selanjutnya, lantai dua akan menjadi ruang kerja dan tempat pertemuan bagi para pengurus serta komisi-komisi MUI. Ruangan ini dirancang untuk mendukung koordinasi dan pelaksanaan program-program organisasi. Lingkungan kerja yang kondusif diharapkan meningkatkan efektivitas kinerja.
Lantai tiga gedung ini direncanakan untuk disewakan kepada lembaga atau organisasi masyarakat Muslim yang belum memiliki kantor. Inisiatif ini tidak hanya mendukung keberlanjutan operasional gedung, tetapi juga membantu organisasi lain. Dengan demikian, gedung ini akan menjadi hub bagi berbagai aktivitas keislaman di Bali.
Sumber: AntaraNews