Gubernur Koster: Riset Perguruan Tinggi Bali Wajib Kontribusi Pembangunan Daerah
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya Riset Perguruan Tinggi Bali untuk berkontribusi langsung pada pembangunan daerah, memastikan hasil penelitian bermanfaat nyata bagi kebijakan dan kesejahteraan masyarakat.
DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster meminta seluruh perguruan tinggi di Bali untuk menyinergikan hasil riset mereka dengan kebutuhan pembangunan daerah. Pernyataan ini disampaikan Gubernur Koster di Denpasar pada Minggu, 22 Februari 2026, saat pelantikan Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar.
Menurut Gubernur, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali (Pemprov Bali) dan perguruan tinggi sangat krusial agar penelitian tidak hanya menjadi syarat administratif kenaikan jabatan fungsional dosen. Namun, juga harus memberikan manfaat konkret bagi perumusan kebijakan pemerintah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bali.
Gubernur Koster membuka lebar peluang kerja sama riset ini, yang direncanakan akan mulai berjalan pada pertengahan tahun 2026. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat pembangunan Bali di berbagai sektor vital, termasuk kesehatan, pertanian, peternakan, serta lingkungan hidup.
Sinergi Riset untuk Kebijakan Berbasis Data
Kolaborasi riset antara Pemprov Bali dan perguruan tinggi akan dirancang untuk menghubungkan program studi dengan instansi pemerintah yang relevan. Sebagai contoh, penelitian dari fakultas kedokteran dapat disinergikan langsung dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, sementara bidang lain akan bekerja sama dengan perangkat daerah sesuai kebutuhan spesifik.
Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Bali akan menjadi sektor utama dalam mengkoordinasikan kolaborasi ini, memastikan bahwa setiap riset memiliki relevansi dan dampak yang terukur. Program kerja sama ini tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik dosen, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat.
Gubernur Koster menekankan bahwa integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan program kerja perangkat daerah sedang disusun untuk memastikan manfaatnya terasa dari hulu hingga hilir. Skema ini akan melibatkan rektor, dosen, mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika dalam mengidentifikasi serta menyelesaikan persoalan sosial dan lingkungan di masyarakat.
Peran Tri Dharma dan Pelestarian Lingkungan
Perguruan tinggi di Bali diharapkan berperan aktif dalam menangani persoalan strategis daerah, termasuk pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Gubernur Koster secara khusus berharap setiap kampus dapat mengelola sampah secara mandiri melalui inovasi yang berkelanjutan.
Upaya pelestarian lingkungan, seperti penghijauan dan penguatan ekosistem, merupakan bagian penting dari Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun. Haluan ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan alam dan kesejahteraan generasi mendatang di Pulau Dewata.
Di Universitas Mahasaraswati Denpasar, Gubernur Koster mengapresiasi sivitas akademika yang konsisten menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tri Dharma meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Rektor baru Universitas Mahasaraswati Denpasar, I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas dan bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Sumber: AntaraNews