Bupati Kukar Ajak Desa Perkuat Pelestarian Budaya Kukar sebagai Tameng Modernisasi

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyerukan desa dan kelurahan perkuat pelestarian budaya lokal sebagai benteng modernisasi, memastikan warisan tetap lestari bagi generasi mendatang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bupati Kukar Ajak Desa Perkuat Pelestarian Budaya Kukar sebagai Tameng Modernisasi
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyerukan desa dan kelurahan perkuat pelestarian budaya lokal sebagai benteng modernisasi, memastikan warisan tetap lestari bagi generasi mendatang. (AntaraNews)

Tenggarong, Kalimantan Timur – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mengajak seluruh desa dan kelurahan di wilayahnya untuk menjaga serta melestarikan adat dan budaya lokal. Langkah ini ditekankan sebagai upaya krusial untuk membentengi diri dari derasnya arus modernisasi dan teknologi informasi yang semakin pesat. Tujuannya adalah agar generasi penerus, baik di tingkat kabupaten maupun Provinsi Kalimantan Timur, dapat terus menikmati kekayaan warisan budaya ini di masa depan.

Pernyataan ini disampaikan Bupati Aulia Rahman Basri di Tenggarong pada Sabtu (26/4), menyoroti betapa pentingnya pengenalan budaya sejak dini. Menurutnya, adat istiadat yang dimiliki harus terus dilestarikan dan ditunjukkan kepada publik, termasuk kepada anak-anak sekolah. Hal ini bertujuan agar mereka bisa mengenal dan mencintai budaya sendiri, di tengah gempuran pengaruh modernisasi dan teknologi informasi yang kuat.

Komitmen pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya ini terlihat jelas dari apresiasi Bupati terhadap Festival Budaya Kutai Adat Lawas Nutuk Beham. Festival yang digelar di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, selama tiga hari mulai Kamis 23 April hingga Sabtu 25 April ini, menjadi bukti nyata upaya Pemkab Kukar dalam melestarikan warisan leluhur. Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan semakin banyak generasi penerus bangsa yang mengenal kekayaan budaya daerahnya.

Bupati Aulia Rahman Basri menekankan bahwa adat istiadat merupakan identitas daerah yang harus dijaga dan ditampilkan kepada masyarakat luas. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya di tingkat desa dan kelurahan, untuk aktif terlibat dalam upaya pelestarian ini. Pengenalan budaya sejak usia dini menjadi kunci agar anak-anak sekolah memiliki pemahaman dan kecintaan terhadap akar budayanya sendiri.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan modernisasi, nilai-nilai luhur budaya lokal seringkali tergerus. Oleh karena itu, Bupati Kukar mendorong agar kegiatan-kegiatan adat dan budaya terus digalakkan. Ini adalah strategi efektif untuk memastikan bahwa generasi muda memiliki pondasi budaya yang kuat, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif dari luar.

Pemerintah Kabupaten Kukar berkomitmen penuh dalam mendukung keberlangsungan kegiatan budaya semacam ini. Bupati bahkan menyatakan bahwa Pemkab Kukar akan terus mendorong pelestarian dan peningkatan acara budaya, termasuk melalui dukungan pembiayaan dari kecamatan pada tahun-tahun mendatang. Komitmen ini menunjukkan keseriusan Pemkab dalam menjaga warisan budaya daerah.

Festival Budaya Kutai Adat Lawas Nutuk Beham adalah salah satu contoh nyata upaya pelestarian budaya yang mendapat dukungan penuh dari Pemkab Kukar. Ritual adat panen padi ketan tahunan dari Suku Kutai Adat Lawas ini merupakan wujud syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah, sekaligus penghormatan kepada leluhur. Kegiatan utamanya adalah menumbuk padi ketan muda secara beramai-ramai dalam lesung menggunakan alu.

Bupati Aulia Rahman Basri secara langsung menghadiri giat adat Nutuk Beham dan bahkan turut serta menyangrai ketan sebelum ditumbuk, menjadikan acara syukuran ini semakin meriah. Kehadiran Bupati bersama kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura serta sejumlah pejabat lainnya, baik dari tingkat kabupaten maupun provinsi, menunjukkan dukungan kuat terhadap tradisi ini.

Dalam perkembangannya, rasa syukur ini dikemas dalam bentuk festival yang lebih luas, memungkinkan masyarakat umum untuk turut serta merayakan dan mengenal tradisi tersebut. Pemkab Kukar tetap berkomitmen untuk mengembangkan seni pertunjukan adat sebagai bagian dari kekayaan daerah. Bupati Aulia mengingatkan bahwa setiap kegiatan besar, termasuk konser, harus tetap memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai adat dan budaya lokal.

Bupati Aulia Rahman Basri berharap kegiatan budaya seperti Festival Nutuk Beham dapat ditampilkan dalam agenda besar daerah seperti Festival Erau. Dengan demikian, tradisi turun temurun ini akan semakin dikenal luas dan menjadi daya tarik utama dalam pengembangan wisata budaya di Kutai Kartanegara. Hal ini tidak hanya melestarikan budaya tetapi juga berpotensi meningkatkan perekonomian lokal melalui sektor pariwisata.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi