DPRD Lamongan Dorong Peran PMII Lamongan Aktif dalam Program Pembangunan Daerah
Ketua Komisi A DPRD Lamongan meminta kader dan alumni PMII Lamongan berperan aktif dalam program pemerintah, khususnya melalui SPPI dan KDKMP, demi pembangunan daerah yang lebih maju dan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Komisi A DPRD Lamongan, Dimyati Hamzah, secara tegas meminta kader dan alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk mengambil peran aktif dalam program-program pemerintah. Permintaan ini disampaikan dalam sarasehan pergerakan yang berlangsung di Universitas Islam Lamongan (Unisla), Jawa Timur, pada Minggu, 19 April 2026.
Keterlibatan PMII diharapkan dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah, khususnya di tingkat desa, melalui inisiatif seperti Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program-program ini dirancang untuk melahirkan manajer serta calon pemimpin di lingkungan desa.
Dimyati Hamzah menekankan bahwa potensi besar yang dimiliki oleh kader dan alumni PMII sangat krusial dalam menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Hal ini bertujuan untuk mempercepat laju pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga Lamongan.
Pentingnya Keterlibatan PMII dalam Pembangunan Daerah
Dimyati Hamzah menggarisbawahi bahwa peran kader dan alumni PMII saat ini sangat esensial untuk berpartisipasi dalam berbagai program pemerintah serta upaya pembangunan daerah. Keterlibatan mereka dinilai mampu membawa dampak positif yang signifikan bagi kemajuan Lamongan.
Menurutnya, PMII memiliki kapasitas untuk menjadi agen perubahan yang efektif, menggerakkan masyarakat, dan memastikan bahwa setiap kebijakan pemerintah dapat tersampaikan serta diimplementasikan dengan baik di tingkat akar rumput. Ini adalah wujud nyata dari kontribusi pemuda dalam pembangunan.
Dengan demikian, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemahasiswaan seperti PMII diharapkan dapat menciptakan ekosistem pembangunan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Keterlibatan ini juga memperkuat semangat gotong royong di Lamongan.
Program Pemerintah yang Melibatkan PMII
Keterlibatan aktif PMII dalam pembangunan dapat diwujudkan melalui partisipasi dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kedua program ini bertujuan untuk mencetak pemimpin dan manajer desa yang kompeten.
KDKMP sendiri merupakan inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembentukan puluhan ribu koperasi di tingkat desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah untuk memperkuat ekonomi masyarakat berbasis gotong royong dan meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
Di Lamongan, progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menunjukkan hasil yang positif. Tercatat sebanyak 132 unit KDKMP telah mencapai 100 persen pembangunan, menandakan komitmen kuat dalam implementasi program ini di tingkat lokal.
Penguatan Kelembagaan dan Keberlanjutan Gerakan
Pembina Yayasan Sahabat Harakah Indonesia (YASRI), Farid Abdillah, turut menekankan pentingnya penguatan kelembagaan sebagai fondasi untuk mendukung gerakan kader PMII. Kelembagaan yang kuat akan memastikan program berjalan lebih terarah.
Farid Abdillah juga mendorong agar yayasan yang telah dibentuk segera memiliki badan hukum yang sah. Legalitas ini krusial untuk menjamin program-program yang dijalankan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memiliki dampak jangka panjang.
Kegiatan sarasehan yang bertema "Menyelaraskan Arah Kebijakan Daerah dan Peran PMII Dalam Pembangunan Lamongan" ini dihadiri oleh ratusan kader PMII, akademisi, organisasi mahasiswa, dan pemangku kepentingan daerah. Acara ini juga dirangkai dengan pengukuhan pengurus yayasan, peluncuran rumah pergerakan PMII Unisla, serta pemberian bantuan simbolis.
Sumber: AntaraNews