Fakta Unik KDKMP Lamongan: Pemkab Latih 50 Pengurus untuk Operasional, Targetkan 50% Aktif Tahun Ini!
Pemerintah Kabupaten Lamongan serius menggenjot operasional KDKMP Lamongan. Simak bagaimana pelatihan intensif ini disiapkan untuk 50 pengurus demi pemberdayaan ekonomi desa!
Pemerintah Kabupaten Lamongan, melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum), baru-baru ini menggelar pelatihan intensif. Kegiatan ini ditujukan bagi 50 pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah tersebut. Pelatihan ini berlangsung di Lamongan, Jawa Timur, pada Senin, 6 Oktober, sebagai langkah strategis.
Inisiatif ini bertujuan utama untuk memperkuat kesiapan kelembagaan serta operasional KDKMP di tingkat desa dan kelurahan. Langkah ini merupakan bagian dari dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program pembentukan KDKMP yang digagas oleh pemerintah pusat. Dengan demikian, koperasi diharapkan dapat berfungsi optimal.
Kepala Diskopum Lamongan, Etik Sulystiani, menegaskan bahwa fokus pelatihan mencakup manajemen, administrasi, dan peningkatan kapasitas pengurus serta pengawas. Harapannya, seluruh KDKMP dapat segera aktif dan berkontribusi signifikan. Ini demi pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal di Kabupaten Lamongan.
Memperkuat Kelembagaan dan Target Operasional KDKMP Lamongan
Etik Sulystiani menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang khusus untuk memperkuat fondasi kelembagaan KDKMP. “Pelatihan ini kami fokuskan untuk memperkuat kelembagaan koperasi, mulai dari manajemen, administrasi, hingga peningkatan kapasitas pengurus dan pengawas,” ujarnya usai membuka kegiatan. Ini menunjukkan komitmen Pemkab Lamongan dalam membina koperasi.
Pemerintah daerah setempat memiliki target ambisius untuk tahun ini. Mereka mengupayakan agar 50 persen dari total 474 KDKMP yang ada di Lamongan dapat segera beroperasi. Pencapaian target ini akan dilakukan melalui serangkaian tahapan pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan. Ini adalah upaya nyata untuk mengaktifkan potensi ekonomi desa.
Sebelumnya, Diskopum juga telah mengundang ratusan ketua KDKMP untuk diberikan pembinaan awal. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi komprehensif untuk memastikan kesiapan operasional. “Kami berharap bisa segera menjalankan fungsi kelembagaan dan usaha,” kata Etik, menekankan urgensi pengaktifan KDKMP. Kesiapan ini sangat penting bagi keberlanjutan.
Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkab Lamongan dalam mendukung program KDKMP. Dengan pelatihan dan pendampingan yang terstruktur, diharapkan KDKMP Lamongan mampu menjadi pilar ekonomi masyarakat. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di seluruh desa dan kelurahan.
Memahami Filosofi Koperasi dan Mengembangkan Bisnis Lokal
Fasilitator dari Lembaga Pelatihan Berbasis Kompetensi (LPK) Naynau Jasa Utama Cabang Jawa Timur, Yusuf Sofyan, turut memberikan pemahaman mendalam. Peserta pelatihan dibekali pengetahuan tentang filosofi berkoperasi yang fundamental. Filosofi ini berbeda secara signifikan dari model badan usaha konvensional yang berorientasi profit semata.
Yusuf Sofyan menjelaskan, “Koperasi adalah badan usaha sekaligus badan hukum yang bertujuan menyejahterakan anggota melalui usaha kolektif, bukan bersaing dengan pelaku usaha masyarakat.” Penekanan pada kesejahteraan anggota dan usaha kolektif menjadi inti dari gerakan koperasi. Ini membedakannya dari entitas bisnis lain yang mungkin lebih fokus pada persaingan.
Selain pemahaman filosofi, peserta juga diarahkan untuk mengembangkan model bisnis yang relevan. Model bisnis ini harus disesuaikan dengan karakteristik unik masing-masing wilayah KDKMP. Pertimbangan potensi ekonomi lokal menjadi kunci utama dalam perancangan strategi bisnis. Hal ini memastikan keberlanjutan usaha koperasi.
Pemerintah setempat berharap besar bahwa pelatihan ini akan meningkatkan kesiapan pengurus KDKMP dalam tata kelola kelembagaan dan usaha. Dengan demikian, KDKMP Lamongan diharapkan mampu berperan aktif. Ini untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan dan efektif.
Sumber: AntaraNews