Morowali Utara Perkuat Penanggulangan Kemiskinan, Bupati Delis J Hehi Kunjungi Kemensos
Bupati Morowali Utara, Delis J Hehi, berkoordinasi dengan Kemensos di Jakarta untuk memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan di daerahnya melalui kolaborasi dan program terintegrasi.
Bupati Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah, Delis J Hehi melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Sosial (Kemensos) di Jakarta pada Rabu (15/4). Kunjungan ini bertujuan untuk membahas penguatan penanggulangan kemiskinan di wilayahnya melalui kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Delis J Hehi menegaskan bahwa kemiskinan merupakan tantangan pembangunan yang memerlukan upaya kolaboratif dari semua pihak, termasuk dukungan dan bantuan dari pemerintah pusat. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target penurunan angka kemiskinan di Morowali Utara.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Delis turut memaparkan kemajuan signifikan yang telah dicapai Kabupaten Morowali Utara dalam penanganan kemiskinan. Pada tahun 2025, angka kemiskinan di kabupaten tersebut tercatat sebesar 10,38 persen, menunjukkan penurunan 1,57 persen dari tahun 2024, menempatkan Morowali Utara di peringkat ketiga terendah di Sulawesi Tengah setelah Kota Palu dan Kabupaten Banggai.
Strategi Komprehensif Penanggulangan Kemiskinan Morowali Utara
Angka kemiskinan di Morowali Utara telah mengalami penurunan yang cukup baik dalam empat tahun terakhir, dari sekitar 14 persen menjadi 10,38 persen. Pemerintah daerah menargetkan untuk menekan angka ini lebih rendah lagi dalam dua tahun ke depan melalui implementasi program terintegrasi.
Program-program terintegrasi yang dilakukan meliputi bedah rumah untuk meningkatkan kualitas hunian layak bagi masyarakat kurang mampu. Selain itu, terdapat bantuan ekonomi produktif yang disalurkan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada kelompok Usaha Mikro dan Kecil (UMK) guna mendorong kemandirian ekonomi. Pemberdayaan masyarakat pesisir juga menjadi fokus utama, mengingat sebagian besar wilayah Morowali Utara adalah daerah pesisir.
Guna memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara juga membangun koordinasi erat dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Koordinasi ini penting untuk perbaikan data kemiskinan yang lebih akurat, sekaligus pengembangan aplikasi berbasis geolokasi dan citra satelit. Aplikasi ini akan memuat foto rumah, alamat lengkap, dan data geoteknik, sehingga program-program seperti Sekolah Rakyat dapat menjangkau langsung desa-desa prioritas di wilayah pesisir yang masih berada di desil terbawah.
Dukungan Kemensos dan Program Sekolah Rakyat
Delis J Hehi juga menyatakan kesiapan daerahnya untuk mendukung tahapan pembangunan Sekolah Rakyat. Tahap 2 program ini telah dimulai, sementara tahap 3 sedang memasuki proses verifikasi. Program Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat langsung menyentuh sendi-sendi sosial, terutama bagi masyarakat kurang mampu dari perspektif ekonomi.
Selain itu, program tersebut juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membangun sumber daya manusia (SDM) sebagai generasi penerus bangsa. Bupati Delis berharap program ini segera memberikan manfaat bagi anak-anak di Morowali Utara. Ia menegaskan bahwa daerahnya siap berkolaborasi penuh dengan Kemensos untuk memastikan setiap anak dari keluarga rentan mendapatkan kesempatan pendidikan yang setara dan berkualitas.
Kepala Biro Umum Kemensos, Salahuddin Yahya, menyatakan bahwa pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk melalui verifikasi data bersama BPS dan pendampingan Program Keluarga Harapan (PKH). Pembangunan Sekolah Rakyat terus berlanjut di berbagai wilayah, dengan target ratusan unit sekolah beroperasi secara bertahap mulai tahun ajaran 2025/2026.
Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi terobosan penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Inisiatif ini juga mendukung target nasional dalam upaya penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Sumber: AntaraNews