Momen Ultah ke-64 Tahun Jokowi dihadiri Menko Pratikno Hingga Muhadjir Effendi
Ribuan warga turut hadir, membawa berbagai sajian mulai dari nasi tumpeng, kue tart, hingga nasi kuning, sebagai ungkapan rasa sayang.
Perayaan ulang tahun ke-64 Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) berlangsung meriah di kediamannya di Jalan Kutai Utara No 01, Sumber, Solo, pada Sabtu (21/6).
Ribuan warga turut hadir, membawa berbagai sajian mulai dari nasi tumpeng, kue tart, hingga nasi kuning, sebagai ungkapan rasa sayang kepada tokoh yang pernah memimpin Indonesia selama dua periode.
Pemandangan istimewa tampak di depan rumah Jokowi. Puluhan karangan bunga berjejer rapi, menjadi simbol perhatian dari para pejabat tinggi negara. Salah satu karangan bunga yang menarik perhatian berasal dari Presiden Prabowo Subianto, berupa anggrek ungu cantik.
“Total ada 101 bunga maupun karangan bunga yang datang ke kediaman Pak Joko Widodo,” ujar Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, ajudan Jokowi.
Karangan bunga lainnya berasal dari Sekretaris Kabinet, Panglima TNI, Kapolri, Menko, Kepala Staf, hingga Wakil Menteri.
Kehadiran Pratikno dan Muhadjir Effendy
Momen ulang tahun Jokowi juga dihadiri oleh dua tokoh penting, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno serta mantan Menko PMK Muhadjir Effendy.
Pratikno datang lebih dulu bersama istrinya, Siti Faridah, dan berada di dalam rumah selama sekitar 1,5 jam. Setelah itu, Muhadjir Effendy tiba dan berbincang dengan Jokowi secara tertutup selama satu jam.
“Kebetulan Pak Pratik sama Pak Muhadjir datang ke kediaman juga. Untuk obrolannya di dalam saya kurang tahu. Tapi mungkin momennya pas hari ulang tahun, jadi mengucapkan selamat,” jelas Syarif.
Muhadjir Tetap Jaga Silaturahmi
Dalam keterangannya kepada wartawan, Muhadjir menyampaikan bahwa kedatangannya ke Solo adalah murni untuk bersilaturahmi dengan Jokowi yang sedang ulang tahun.
“Silaturahmi saja, beliau kan ambal warsa (ulang tahun),” kata Muhadjir.
Muhadjir menambahkan, sebagai mantan pembantu Jokowi selama dua periode kabinet, sudah sepantasnya ia menjaga hubungan baik dengan mantan atasannya.
“Namanya juga pernah menjadi pembantu beliau, menjadi menteri dua periode. Jadi ya tetap harus silaturahmi,” ucapnya.