Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji, Muhadjir Effendy mengunggah foto lawas bareng almarhum Try Sutrisno. Muhadjir bercerita kala itu masih menjabat sebagai pembantu rektor III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Foto itu kemudian disandingkan dengan momen terakhir kebersamaan dengan Try Sutrisno.
"Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmat Allah wakil presiden ke enam RI bapak jenderal (Purn.) TNI Try Soetrisno. Bangsa Indonesia telah kehilangan putra terbaiknya. Sosok yang telah mewakafkan seluruh hidupnya untuk bangsa dan negara, hingga mencapai derajat pengabdian tertinggi sebagai wakil presiden RI ke enam,” kata Muhadjir melalui pesan singkat diterima, Senin (2/3).
Bagi Muhadjir, almarhum Try Sutrisno adalah tempat untuk menimba pengalaman dalam banyak hal kebaikan. Mulai masalah kesetiaan kepada bangsa dan negara, kepemimpinan yang otentik, integritas, kejujuran dan kesederhanaan.
"Saya dikenal oleh beliau sekitar 1989. Ketika mempersiapkan kehadiran beliau pada acara pembukaan Muktamar Tarjih Muhammdiyah ke 22 di Malang. Sebagai Panglima ABRI waktu itu beliau mewakili Bapak presiden Suharto membuka acara Muktamar. Waktu itu saya sebagai pembantu rektor III Universitas Muhammadiyah Malang, kebetulan ditunjuk sebagai ketua panitia pelaksana," ujar Muhadjir.
Muhadjir menambahkan, sejak pertemuan itu, almarhum Try Sutrisno tak pernah lupa dengan namanya dan pada setiap kesempatan bertemunya selalu dipanggil.
"Sebagai orang muda yang 'bukan siapa-siapa' hal itu membuat kesan yang sangat mendalam. Hingga suatu ketika saya diangkat menjadi Mendikbud, 2016, Pak Try adalah salah satu di antara tokoh yang pertama menelepon saya," kata Muhadjir.
Tidak hanya itu, Muhadjir juga mencatat amal baik almarhum Try Sutrisno yang menjadi salah satu di antara beberapa sesepuh yang pertama saat dirinya hendak bersilaturahmi.
“Pak Try adalah pribadi yang sangat baik. Bahkan terlalu baik. InsyaAllah, almarhum mendapat kedudukan yang mulia di hadapan Allah SWT, dan mendapat tempat bersama hamba-hamba Allah yang baik (al abrār)—di surga. Amin,” kata Muhadjir.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia.
"Saya dan keluarga sangat berduka cita atas wafatnya Pak Try Sutrisno. Bangsa Indonesia kehilangan seorang tokoh militer sekaligus negarawan yang bersahaja, teguh dalam prinsip, dan penuh ketulusan dalam mengabdi," ujar Yusril melalui keterangan tertulis diterima, Senin (2/3).
Yusril mengenang kedekatannya dengan almarhum yang telah terjalin sejak awal dekade 1980-an, ketika Try Sutrisno menjabat sebagai Panglima Kodam Jaya pada tahun 1983. Hubungan tersebut berlanjut ketika Yusril mulai bertugas di Sekretariat Negara pada tahun 1993, bertepatan dengan masa awal Try Sutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden RI.
"Pada masa itu, saya bertugas menyiapkan naskah-naskah kepresidenan, termasuk teks pidato Wakil Presiden, di bawah arahan Mensesneg Bapak Moerdiono. Sesekali saya bertemu dengan Pak Try. Beliau sangat baik, ramah, dan menghargai kami yang saat itu masih tergolong generasi muda," kenang Yusril.
Yusril mengungkapkan, kesan mendalam terhadap sosok Try Sutrisno tidak hanya terlihat dalam perannya sebagai pejabat negara, tetapi juga dalam sikap pribadinya yang sederhana dan penuh keikhlasan.
Dia menambahkan, hubungan dan interaksinya semakin intens dalam berbagai kesempatan, termasuk ketika menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara dan ditugaskan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk berkomunikasi dengan Try Sutrisno terkait gagasan kembali ke UUD 1945 naskah asli yang disahkan pada 18 Agustus 1945.
"Beliau adalah pribadi yang ikhlas dan teguh pendirian. Dalam berbagai diskusi kebangsaan, saya melihat komitmen beliau yang kuat terhadap konstitusi dan masa depan negara,” ungkap Yusril.
Yusril mencatat, kesederhanaan hidupnya juga sangat membekas. Dalam beberapa kali berkunjung ke kediaman Almarhum di Menteng, selalu disambut dengan penuh keramahan dan kebaikan hati.
“Almarhum Try Sutrisno merupakan figur teladan yang menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak selalu ditunjukkan dengan retorika besar melainkan dengan konsistensi, integritas, dan kerendahan hati sepanjang hayat,” ujar Yusril.
"Atas nama pribadi, keluarga, dan jajaran Kemenko Kumham Imipas, saya menyampaikan doa terbaik. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yan ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan dan ketabahan," Yusril menandasi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku kehilangan sosok Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno. Jenderal Purnawirawan TNI itu meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto pukul 06.58 WIB. Pramono hadir di rumah duka di Jalan Purwakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3).
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya sebagai pribadi yang mengenal dekat lama dengan Pak Try Sutrisno tentunya merasa kehilangan,” ucap Pramono.
Pramono menerangkan, almarhum merupakan bapak bangsa yang merangkul semua kalangan. Pramono sendiri mengenal Try Sutrisno sejak tahun 1995 silam.
“Kita semua kehilangan orang yang sampai akhir hayatnya mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara,” ujar dia.
Pramono mengaku terakhir bertemu sekitar enam bulan lalu. Saat itu, Try Sutrisno masih aktif di BPIP.
“Beliau kalau urusan Pancasila dan konstitusi selalu dipegang teguh. Itu yang membedakan beliau dengan tokoh lain,” ujar dia.
Dia juga sempat menjenguk ke kediaman almarhum. Kondisi kesehatan disebut mulai menurun, namun semangatnya tak surut.
“Dalam usia hampir 90 tahun, semangatnya nggak pernah turun,” katanya.
Pramono menambahkan, almarhum memiliki kedekatan pribadi dengan Megawati Soekarnoputri. "Saya sering diskusi juga bertiga ya," tandas dia.
Sebagai informasi,Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno meninggal dunia dalam usia 90 tahun di RS Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Senin (2/3). Diketahui, jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan hari ini.
Advertisement