Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menegaskan bahwa setiap keluarga inti harus memiliki komitmen kuat terhadap pola pengasuhan anak. Pola asuh yang sehat dan penuh kasih sayang ini merupakan bagian esensial dari pemenuhan hak dasar anak. Ini adalah langkah krusial dalam membentuk karakter dan masa depan generasi penerus bangsa.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, menyatakan bahwa anak adalah aset berharga bagi bangsa yang harus dirawat dengan baik. Oleh karena itu, hak-hak dasar mereka wajib terpenuhi secara optimal, terutama di lingkungan keluarga yang menjadi fondasi pertama. Pernyataan ini disampaikan dalam kegiatan Kampanye Anak Ceria di Palu pada hari Minggu.
Kampanye ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun kesadaran masyarakat luas mengenai pentingnya pola pengasuhan anak yang berkualitas. Selain itu, kampanye ini juga bertujuan memperkuat keluarga yang harmonis sebagai fondasi utama. Tujuannya adalah mewujudkan generasi Indonesia yang sehat secara fisik dan mental, cerdas dalam berpikir, serta berkarakter mulia.
Advertisement
Advertisement
Peran Vital Keluarga Inti dalam Pemenuhan Hak Dasar Anak
Melalui pendekatan Kampanye Anak Ceria, Pemprov Sulteng berupaya memastikan setiap anak memperoleh lingkungan pengasuhan yang mantap dan suportif. Mereka juga harus mendapatkan dukungan optimal dari kedua orang tua dalam berbagi aktivitas sehari-hari. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat menciptakan kondisi ideal bagi tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Komitmen keluarga terhadap pola asuh anak yang berkualitas tidak hanya mencakup pemenuhan kebutuhan fisik seperti gizi dan kesehatan. Lebih dari itu, komitmen ini juga meliputi dukungan emosional, stimulasi intelektual, dan pengembangan sosial anak. Anak-anak yang terasuh dengan baik akan tumbuh menjadi individu yang mandiri dan tangguh menghadapi tantangan masa depan.
Wakil Gubernur Reny A Lamadjido secara tegas menekankan bahwa pemenuhan hak dasar anak harus terpenuhi secara optimal sejak dini. Pemenuhan ini dimulai dari lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang, perhatian, dan dukungan berkelanjutan. Generasi muda yang berkualitas adalah cerminan dari keberhasilan pola asuh dalam keluarga.
Advertisement
Advertisement
Menguatkan Peran Ayah dalam Pola Asuh Anak dan Dukungan Program Pemerintah
Salah satu fokus utama yang terus diperkuat dalam kampanye ini adalah peningkatan peran serta keterlibatan aktif ayah dalam proses pengasuhan anak. Peran ini mencakup partisipasi dalam pendidikan, permainan, dan tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Kehadiran ayah yang terlibat penuh sangat penting dalam dinamika keluarga modern.
Wakil Gubernur Reny A Lamadjido menjelaskan lebih lanjut bahwa peran ayah tidak hanya sebatas sebagai pencari nafkah utama keluarga. Ayah juga memiliki tanggung jawab besar sebagai pendidik, pelindung, dan teladan yang baik bagi anak-anaknya. Kehadiran ayah yang aktif dan positif dalam keluarga dapat memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan emosional, sosial, serta pembentukan karakter anak.
Kegiatan Kampanye Anak Ceria ini diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Inisiatif ini merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam membangun kesadaran masyarakat luas. Kesadaran ini penting untuk memastikan pemenuhan hak dasar anak secara komprehensif dan berkelanjutan.
Advertisement
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhiddin, menambahkan bahwa kampanye ini sangat sejalan dengan arah pembangunan daerah yang ramah anak. Melalui kolaborasi erat antar-pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan program seperti Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (HATI) semakin memperkuat budaya pengasuhan yang positif di masyarakat. Semua upaya terpadu ini dilakukan untuk melahirkan generasi yang sehat fisik dan mental, tangguh dalam menghadapi tantangan, dan siap menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Sumber: AntaraNews