Aspek Sulteng Fasilitasi Ratusan Sertifikat Halal Gratis untuk UMKM Kuliner

Asosiasi Pedagang Kuliner (Aspek) Sulawesi Tengah memfasilitasi sekitar 280 sertifikat halal gratis bagi UMKM kuliner di Palu, meningkatkan daya saing dan kepercayaan konsumen.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Aspek Sulteng Fasilitasi Ratusan Sertifikat Halal Gratis untuk UMKM Kuliner
Asosiasi Pedagang Kuliner (Aspek) Sulawesi Tengah memfasilitasi sekitar 280 sertifikat halal gratis bagi UMKM kuliner di Palu, meningkatkan daya saing dan kepercayaan konsumen. (AntaraNews)

Asosiasi Pedagang Kuliner (Aspek) Sulawesi Tengah (Sulteng) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Aspek Sulteng telah memfasilitasi penerbitan sekitar 280 sertifikat halal secara gratis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang kuliner.

Langkah ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan daya saing produk UMKM serta memperkuat kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk yang ditawarkan. Fasilitasi sertifikat halal ini diumumkan pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Aspek Sulteng di Palu.

Program ini tidak hanya memberikan keuntungan langsung bagi UMKM, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan sektor kuliner sebagai salah satu penopang utama perekonomian lokal. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak UMKM kuliner untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Fasilitasi Sertifikat Halal Gratis untuk UMKM Kuliner

Ketua Umum Aspek Sulteng, Bino AJ, menyatakan bahwa sekitar 280 sertifikat halal telah dibagikan secara gratis kepada UMKM kuliner. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Aspek yang telah berjalan selama kurang lebih lima bulan terakhir.

Tujuan utama dari program ini adalah membantu pelaku UMKM kuliner dalam meningkatkan kualitas produk mereka. Selain itu, sertifikasi halal juga bertujuan untuk membangun kepercayaan konsumen terhadap produk-produk lokal.

Aspek Sulteng secara aktif terus mengajak para pelaku usaha yang belum memiliki sertifikat halal untuk segera mendaftarkan usahanya. Pendaftaran ini akan memungkinkan mereka memperoleh pendampingan dalam proses sertifikasi, sehingga lebih banyak UMKM dapat memenuhi standar halal.

Harapan Kolaborasi dan Komunikasi dengan Pemerintah

Bino AJ mengungkapkan bahwa program fasilitasi sertifikat halal ini sejauh ini dijalankan secara mandiri oleh asosiasi. Oleh karena itu, ia sangat berharap adanya perluasan kolaborasi dengan pemerintah di masa mendatang.

Kolaborasi yang diharapkan mencakup Pemerintah Kota Palu dan Pemerintah Provinsi Sulteng, agar dukungan terhadap pelaku usaha kuliner semakin kuat. Dukungan dari berbagai bidang akan sangat membantu UMKM kuliner dalam mengembangkan usahanya.

Lebih lanjut, Bino AJ juga menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan asosiasi. Komunikasi yang baik ini diperlukan untuk membahas berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pelaku usaha, termasuk isu perpajakan, demi menemukan langkah-langkah yang sesuai dan mendukung keberlangsungan UMKM kuliner.

Peran Aspek dan Dukungan Pemerintah Provinsi Sulteng

Sektor kuliner di Kota Palu memiliki peran yang sangat penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Pertumbuhan usaha di sektor ini tidak hanya membuka peluang bagi masyarakat untuk berwirausaha, tetapi juga menciptakan banyak lapangan pekerjaan yang diisi oleh tenaga kerja lokal.

Setelah dua tahun terbentuk, Aspek mencatat jumlah anggota riil sekitar 700 orang, menunjukkan antusiasme pelaku usaha untuk bergabung. Bino AJ berharap semakin banyak pelaku UMKM kuliner yang bergabung dengan Aspek, sehingga asosiasi ini dapat menjadi wadah yang kuat untuk mempererat kebersamaan, memperluas kolaborasi, dan mendorong pertumbuhan sektor kuliner di Sulawesi Tengah.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulteng, Rudi Dewanto, mengapresiasi keberadaan Aspek. Menurutnya, organisasi ini tidak hanya menjadi wadah penghimpun pelaku usaha kuliner, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat jejaring dan membuka peluang pengembangan usaha.

Rudi Dewanto menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulteng menempatkan penguatan UMKM sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Hal ini karena usaha rakyat dianggap sebagai penopang utama perekonomian, yang menghadirkan nilai tambah bagi ekonomi daerah.

Ia juga menyatakan bahwa pembangunan yang berkualitas tidak hanya diukur dari tingginya investasi atau infrastruktur yang baik, melainkan dari kuatnya usaha-usaha rakyat. Pemerintah Provinsi Sulteng akan terus mendorong berbagai kebijakan yang berpihak kepada pelaku UMKM, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan usaha masyarakat dapat berkembang dan memiliki daya saing.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi