Muhadjir Effendy Tegaskan Gerakan Ekonomi Muhammadiyah Jadi Pilar Kesejahteraan Bangsa
Muhadjir kemudian mengajak seluruh tamu undangan berdiri dan berselawat bersama, menggunakan selawa.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, mengajak seluruh hadirin berselawat dalam Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah tingkat Kalimantan Selatan dan 1 Abad Muhammadiyah Alabio di Pondok Pesantren Nurul Amin Alabio, Minggu (23/11).
"Selawatan ini penting, sebagai bentuk tanda kita bahwa sedang bersuka cita merayakan Milad yang ke-113 dan merayakan milad yang ke-100 kehadiran Muhammadiyah di Kalimantan Selatan ini," ujarnya.
Muhadjir kemudian mengajak seluruh tamu undangan berdiri dan berselawat bersama, menggunakan selawat "Assalamualaika ya Rasulullah" atau "Roqqota Aina" yang dipopulerkan penyanyi religi internasional Maher Zain.
"Muhammadiyah itu boleh berselawatan. Jangan takut selawatan. Justru malah memperbanyak selawat itu yang baik. Apa pun caranya, termasuk menyenandungkan," tegasnya.
Seluruh tamu mengikuti ritme "Raqqat 'ainaya shawqan, wa li Taibata tharafat 'ishqan" yang dipimpin langsung oleh Muhadjir.
Usai berselawat, Muhadjir menyampaikan rasa syukurnya bisa hadir untuk pertama kalinya di Hulu Sungai Utara. "Ini kehadiran pertama saya, termasuk di Hulu Sungai Utara yang pertama kali," ujarnya.
110 Tahun Muhammadiyah Kalsel Jadi Momentum Perenungan
Muhadjir menyebut usia satu abad keberadaan Muhammadiyah di Kalimantan Selatan sebagai momentum penting untuk meneguhkan komitmen melanjutkan perjuangan para pendahulu.
"Kita harus terus melanjutkan dalam arti mengembangkan, membesarkan peran Muhammadiyah di Kalimantan Selatan ini," tuturnya.
Dalam konteks Milad 113 Muhammadiyah, ia mengajak warga Muhammadiyah mengekspresikan rasa syukur kepada Allah. "Allah akan menambah nikmat dan menambah berkah bagi kita semua," ucapnya.
Gerakan Ekonomi Jadi Pilar Baru Muhammadiyah
Muhadjir menegaskan bahwa Muhammadiyah harus memosisikan diri sebagai kekuatan untuk memajukan kesejahteraan bangsa. Hal ini sejalan dengan keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar yang merekomendasikan gerakan ekonomi sebagai program prioritas.
"Jadi Muhammadiyah sekarang ini memilih salah satu tambahan pilar gerakannya yaitu gerakan ekonomi," jelasnya.
PWM Kalsel Mulai Produksi Air Mineral dan Perkuat Industri Kesehatan
Implementasi pilar ekonomi tersebut sudah diwujudkan PWM Kalimantan Selatan melalui produksi air mineral. Ini dipandang Muhadjir sebagai langkah nyata gerakan ekonomi Muhammadiyah di daerah.
"Itu bagian komitmen PWM Kalimantan Selatan untuk memenuhi atau merealisasikan pilar ketiga yaitu di bidang ekonomi," katanya.
Di bidang kesehatan, Muhammadiyah juga telah memproduksi cairan infus Suryavena yang digunakan di seluruh rumah sakit Muhammadiyah.
"Seluruh rumah sakit Muhammadiyah itu sekarang sudah menggunakan infusnya Muhammadiyah," bebernya.