Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengajak organisasi Muhammadiyah untuk terus meningkatkan kontribusinya bagi kemajuan bangsa Indonesia. Ajakan ini disampaikan dalam perayaan Milad Muhammadiyah ke-113 yang berlangsung di Jakarta. Momentum perayaan ini menjadi pengingat akan pentingnya kerja nyata persyarikatan.
Acara Milad ke-113 Muhammadiyah tersebut diselenggarakan pada Ahad, 23 November, di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Kramat Raya, Jakarta Pusat. Ribuan peserta memadati lokasi, menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari warga Muhammadiyah. Kehadiran Mendikdasmen menegaskan pengakuan pemerintah terhadap peran penting Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Mu'ti menekankan bahwa usia 113 tahun bukan sekadar perayaan, melainkan refleksi atas dedikasi dan pengabdian. Beliau berharap Muhammadiyah dapat terus berkhidmat bersama pemerintah dan masyarakat. Tujuannya adalah mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan sejahtera di masa mendatang.
Advertisement
Advertisement
Muhammadiyah telah menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam skala organisasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyoroti keberadaan 31 Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) yang tersebar di berbagai negara. PCIM termuda bahkan baru saja didirikan di Timor Leste, memperluas jangkauan dakwah dan pendidikan.
Di Australia, jejak Kontribusi Muhammadiyah semakin nyata dengan berkembangnya Sekolah Muhammadiyah di Melbourne. Selain itu, inisiatif baru berupa perintisan Australia College di New South Wales juga sedang berjalan. Ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam menyebarkan nilai-nilai pendidikan Islam modern di kancah global.
Secara domestik, lembaga pendidikan Muhammadiyah turut merasakan manfaat dari program perbaikan sekolah dan perluasan bantuan pendidikan pemerintah. Tercatat, sebanyak 16.140 sekolah telah diperbaiki tahun ini, dan 16 persen di antaranya merupakan sekolah swasta, termasuk banyak sekolah di bawah naungan Muhammadiyah. Ini adalah bukti nyata sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam memajukan pendidikan.
Advertisement
Mendikdasmen Mu'ti secara tegas menyatakan, "Muhammadiyah tidak boleh berhenti berinovasi dan tidak boleh terjebak nostalgia." Pesan ini mendorong Muhammadiyah untuk terus adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman. Inovasi menjadi kunci utama untuk mempertahankan dan meningkatkan Kontribusi Muhammadiyah di masa depan.
Advertisement
Perayaan Milad Muhammadiyah ke-113 tahun ini mencerminkan antusiasme luar biasa dari para anggotanya. Gedung Dakwah Muhammadiyah di Kramat Raya, Jakarta Pusat, dipadati oleh ribuan peserta. Bahkan, area trotoar di sekitar gedung pun turut dipenuhi oleh jamaah yang ingin turut serta dalam perayaan penting ini.
Melihat membludaknya jumlah hadirin, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta mulai mempertimbangkan opsi lokasi yang lebih besar untuk Milad tahun depan. Ketua Panitia Milad PWM DKI Jakarta, Prof. Bunyamin, mengungkapkan bahwa kursi yang disiapkan untuk dua ribu orang tidak mencukupi. "Jam 6 pagi sudah banyak yang datang. Kursi yang disiapkan dua ribu tidak mencukupi. Melihat jumlah yang hadir, GBK bisa menjadi pilihan untuk milad berikutnya," ujarnya.
Potensi penggunaan Gelora Bung Karno (GBK) sebagai lokasi Milad berikutnya menunjukkan skala dan dampak Muhammadiyah yang semakin besar. Ketua PWM DKI Jakarta, Akhmad Abubakar, bahkan membuka peluang untuk berkolaborasi dengan PWM wilayah sekitar. Kolaborasi ini diharapkan dapat mewujudkan pelaksanaan Milad akbar di GBK, menjadikannya perayaan yang lebih inklusif dan meriah.
Advertisement
Rencana ini menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk terus melibatkan lebih banyak anggotanya dalam setiap kegiatan penting. Peningkatan skala perayaan juga dapat menjadi simbol dari semangat dan Kontribusi Muhammadiyah yang tidak pernah padam. Ini juga menunjukkan keinginan untuk terus menginspirasi dan memberikan dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sumber: AntaraNews