Menteri LH Luncurkan Program '1 RW 1 Bank Sampah', Ada Nilai Ekonomi Capai Rp5,73 M Per Tahun
Menteri LH program ini dirancang dengan pendekatan participatory development ini bertujuan mengoptimalkan pengelolaan sampah di komunitas.
Kementerian Lingkungan Hidup resmi meluncurkan program strategis nasional "1 RW 1 Bank Sampah". Program ini sebagai implementasi dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recycle melalui Bank Sampah.
Menteri Lingkungan Hidup / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan program ini dirancang dengan pendekatan participatory development ini bertujuan mengoptimalkan pengelolaan sampah di tingkat komunitas melalui pemberdayaan masyarakat.
Implementasi program secara nasional menargetkan pembentukan bank sampah unit di setiap Rukun Warga (RW) di seluruh wilayah Republik Indonesia, dengan target pembentukan 83.451 bank sampah baru dalam kurun waktu 4 tahun (2025-2029).
"Program 1 RW 1 Bank Sampah merupakan implementasi konkret dari Rencana Strategis KLH 2020-2024 yang mendorong pemilahan sampah dari sumbernya (segregation at source) berdasarkan 5 kategori sampah: sampah organik, sampah kertas, sampah plastik, sampah logam, dan sampah berbahaya rumah tangga," kata Hanif dalam keterangannya, Rabu (5/3).
Selain itu, kata Hanif, program ini bertujuan menciptakan nilai ekonomi dari sampah melalui proses resource recovery dengan pendekatan reduce-reuse-recycle-recovery (4R) sesuai dengan hirarki pengelolaan sampah.
"Ketentuan itu diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga," ungkap Hanif.
Pendapatan Tambahan bagi Pengelola
Data komprehensif yang dikompilasi oleh Sistem Informasi Bank Sampah Nasional (SIBSN) menunjukkan hingga Februari 2025, terdapat 371 Bank Sampah Induk dan 24.893 Bank Sampah Unit dengan total nasabah aktif mencapai 892.456 orang yang tersebar di 447 kabupaten/kota.
"Volume sampah yang terkelola melalui jaringan bank sampah mencapai 3.245 ton per tahun dengan komposisi: 45,3% sampah plastik, 29,7% sampah kertas, 13,2% sampah logam, 8,1% sampah kaca, dan 3,7% sampah lainnya," papar Hanif.
Total nilai ekonomi yang dihasilkan melalui sistem bank sampah mencapai Rp5,73 miliar per tahun, dengan rata-rata pendapatan tambahan Rp175.000-Rp350.000 per bulan bagi pengelola bank sampah di tingkat RW.
"Melalui implementasi program 1 RW 1 Bank Sampah secara nasional, Kementerian memproyeksikan peningkatan volume sampah terkelola menjadi 15.750 ton per tahun (peningkatan 485%) dan peningkatan total nilai ekonomi menjadi Rp27,8 miliar per tahun (peningkatan 485%) pada tahun 2029," tutup Hanif.