Menteri LH Dorong Komitmen Daerah Percepat PSEL Jambi Raya
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup mendesak pemerintah daerah di Jambi Raya untuk mempercepat proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) guna mengatasi masalah sampah perkotaan secara berkelanjutan.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq meminta komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Jambi Raya. Penegasan ini disampaikan setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi. Langkah ini menjadi solusi konkret dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan secara berkelanjutan.
Menurut Menteri Hanif, instruksi Presiden Prabowo Subianto jelas bahwa pengelolaan sampah tidak bisa lagi hanya bertumpu pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Transformasi menuju sistem modern berbasis teknologi ramah lingkungan menjadi keharusan. Pembangunan PSEL merupakan bagian integral dari transformasi sistem pengelolaan sampah nasional.
Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Terbarukan. KLH/BPLH berharap PKS yang telah ditandatangani ini akan memastikan semua pihak melaksanakan kewajiban yang disepakati. Tujuannya adalah agar PSEL dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.
Komitmen Daerah Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah
Penandatanganan PKS menandai langkah awal implementasi nyata pembangunan PSEL di Jambi Raya. Inisiatif ini diharapkan mampu menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang modern, efisien, dan berkelanjutan. Selain itu, proyek ini juga mendukung pencapaian target nasional pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa perubahan mendasar dalam penanganan sampah sangat diperlukan. Ia menekankan pentingnya beralih dari metode konvensional ke solusi inovatif yang ramah lingkungan. PSEL menjadi jawaban atas tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks di perkotaan.
KLH/BPLH berharap PKS ini menjadi landasan kuat bagi kolaborasi antar-daerah. Dengan demikian, PSEL dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi lingkungan serta masyarakat Jambi. Komitmen dari setiap pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan proyek strategis ini.
PSEL Jambi Raya: Solusi Berkelanjutan Atasi Timbulan Sampah
Berdasarkan data yang ada, wilayah Jambi Raya menghadapi timbulan sampah yang signifikan, mencapai 670 ton per hari. Angka ini terdiri dari 446 ton per hari dari Kota Jambi dan 224 ton per hari dari Kabupaten Muaro Jambi. Jumlah ini menunjukkan urgensi penanganan sampah yang efektif dan efisien.
Melalui rencana pembangunan PSEL, seluruh timbulan sampah di kedua wilayah tersebut diharapkan dapat dikelola secara optimal. Pengelolaan ini bertujuan untuk mencegah dampak pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan masyarakat. PSEL menawarkan solusi yang komprehensif untuk masalah sampah yang selama ini menjadi perhatian utama.
Gubernur Jambi, Al Haris, menyambut baik dan mengapresiasi pembangunan PSEL di wilayahnya. Ia menyatakan rasa syukurnya karena Jambi termasuk salah satu provinsi yang akan dibangun PSEL. Menurutnya, persoalan sampah adalah masalah rumit, termasuk dalam menyadarkan masyarakat, dan PSEL diharapkan menjadi jawaban atas permasalahan tersebut.
Kolaborasi dan Tantangan dalam Implementasi PSEL
Penyelenggaraan PSEL Jambi Raya akan mengandalkan kolaborasi antar-daerah dalam penyediaan sampah sebagai bahan baku pengolahan energi. Gubernur Al Haris menekankan bahwa komitmen pemerintah daerah menjadi faktor kunci. Ini terutama dalam penyediaan lahan, pengangkutan sampah secara konsisten, serta menjaga kualitas sampah yang masuk ke fasilitas agar sesuai standar operasional.
Dalam kunjungan kerjanya ke Jambi, Menteri Lingkungan Hidup Hanif bersama rombongan meninjau langsung calon lokasi pembangunan PSEL. Lokasi yang ditinjau adalah TPA Talang Gulo, Kota Jambi. Peninjauan ini untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan lokasi yang strategis.
Selain itu, untuk mendukung Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), Menteri Hanif turut serta dalam aksi bersih di kawasan Wisata Danau Sipin Kota Jambi bersama masyarakat setempat. Kegiatan ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Sumber: AntaraNews